JUSTICIA

Kepala Dinas Perhubungan Bayu Rahmawanto Dipanggil KPK Terkait Pengadaan Barang/Jasa

BOGOR – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Bayu Rahmawanto akhir Agustus 2026 lalu telah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didgua terkait pengadaan barang/Jasa (PBJ) Tahun Anggaran (TA) 2024/2025.

Pemanggilan melalui surat tersebut tidak dipenuhi Bayu dengan alasan sakit. Adanya pemanggilan itu disampaikan sebuah sumber yang layak dipercaya, namun minta namanya dirahasiakan sebut saja Lorenz (bukan nama sebenarnya), Senin (8/9/26) di Cibinong, Kabupaten Bogor. Kata dia surat sampai di kantor Dishub Senin siang (31/8/26).

“Surat panggilan datang pada hari Senin siang sekitar jam 12.00 tanggal 31 Agustus 2026, dengan alasan sakit Bayu lantas menunjuk Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) Hedi Heryadi untuk mewakili,” untuk mewakli dirinya ujarnya.

“Hedi tidak sendiri, ia didampingi Sekretaris Dishub Ny. Luthfi menggunakan mobil plat pribadi Ertiga berangkat. Turut mendampingi, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Wilayah 3 Ciawi, Iwan dan staf,” imbuh Lorenz.

Menurutnya, tidak jelas keterangan apa yang disampaikan, yang pasti Kabid Sarpras, Sekdis serta Ka UPT dan staf tersebut diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 21.00. Para pejabat tersebut keesokan harinya berkantor seperti biasa.

Lorenz menduga jika pemanggilannya sebagai Ka Dishub, kemungkinan masalah pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pengadaan barang/jasa lainnya bernilai puluhan bmiliar. Tapi, jika dipanggil sebagai Kadis Kominfo besar kemungkinan terkait pengadaan videotron dan pengadaan barang/jasa lainnya.

Sejauhmana kebenarannya, Kadishub Bayu yang hendak dikonfirmasi oleh awak media Senin itu baik melalui telepon selulernya dan pesan singkat singkat WhatsApp (WA) hingga berita ini tayang belum respon. Demikian dengan Kabid Sarpras Hedi saat di telepon dan di WA Senin itu untuk dikonfirmasi terkait pengadaan barang/jasa juga belum respon.

Sedang Kepala UPT Wilayah 3 Ciawi, Iwan Sugito terkait keikut sertaannya, mengatakan dirinya tidak tahu bahwa akan ajak, sebab waktu itu ia ada di Mako Dishub, mau ambil motornya, karena ada di kantor tersebut. Dari situ lalu berangkat ke arah Ciawi, mampir disatu tempat, tapi ia tidak ikut turun terus balik kanan kembali ke kantor UPT 3.

Belum ada respon juga telah ditunjukan oleh Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo, saat hendak dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak menjawab. Tapi saat di WA Selasa pagi (9/9/26) menjawab dengan mengatakan akan cek dulu kebagian informasi.(Ahp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *