Jalan Beton Cibugis Mulai Dibangun, Rp690 Juta Digelontorkan untuk Perkuat Akses Warga Klapanunggal

BOGOR — Harapan masyarakat Kampung Cibugis, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, untuk memiliki akses jalan yang lebih kuat dan nyaman mulai diwujudkan.
Pemerintah Desa Klapanunggal secara resmi melaksanakan launching pembangunan betonisasi jalan di Kampung Cibugis RT 005/RW 006, Sabtu (3/10/2026).
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Keuangan Khusus (Bankeu) Akselerasi Pembangunan Perdesaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor.
Launching pembangunan dihadiri Camat Klapanunggal Galur Sri Wahyuni, S.STP., M.M., Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin atau Kades Gonon, Danramil Klapanunggal Kapten Kav. La Ahmadin alias Rocky, Babinsa Ujiono, Bhabinkamtibmas Amir, Satpol PP, pendamping desa, BPD, LPM, BUMDes, perangkat desa, para kepala dusun, Ketua RW 006, Ketua RT 005, tokoh masyarakat, para pengusaha di wilayah Cibugis, serta unsur lainnya.
Pekerjaan betonisasi dilaksanakan oleh TPK bersama masyarakat, dengan pelaksana pekerjaan di lapangan dari CV Kiwin Djalil99.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, pembangunan betonisasi tersebut dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama memiliki volume pekerjaan sepanjang 135 meter, lebar 5 meter, dan ketebalan 0,35 meter. Sementara tahap kedua memiliki panjang 75 meter, lebar 5 meter, dengan ketebalan yang sama, yakni 0,35 meter.
Total nilai anggaran pembangunan mencapai Rp690.090.000, termasuk pajak, yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor.
Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 25 HOK.
Anggaran yang tidak sedikit tersebut membuat kualitas pekerjaan menjadi sorotan penting. Sebab, jalan yang dibangun menggunakan uang publik bukan sekadar hamparan beton, melainkan fasilitas yang akan digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pembangunan dituntut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga harus dikerjakan sesuai spesifikasi, volume, mutu, dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Camat Klapanunggal Galur Sri Wahyuni dalam sambutannya berharap pembangunan jalan betonisasi yang bersumber dari Bankeu Infrastruktur Kabupaten Bogor tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia juga meminta agar selama proses pekerjaan berlangsung, mobilitas kendaraan dan masyarakat tetap diatur sehingga tidak menghambat proses pembangunan.
“Harapannya pembangunan ini berjalan lancar dan jalan ini nantinya dapat digunakan oleh masyarakat Klapanunggal,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas kendaraan selama pekerjaan menjadi penting agar proses pengecoran dan pekerjaan konstruksi tidak terganggu.

Pihak desa pun diminta melakukan pengaturan di lokasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, sementara pekerjaan betonisasi dapat dilaksanakan secara maksimal.
Sementara itu, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Kades Gonon, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan anggaran pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor, Camat Klapanunggal, jajaran TNI-Polri, perangkat desa, serta seluruh pihak yang mendukung pembangunan di wilayah Desa Klapanunggal.
Menurut Ade, pembangunan tahap pertama memiliki panjang mencapai 135 meter dengan lebar 5 meter dan diharapkan dapat dikerjakan sesuai perencanaan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati Bogor, Camat Klapanunggal, Danramil, serta seluruh perangkat Desa Klapanunggal atas dukungan anggaran yang diberikan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah kami,” kata Ade.
Ia menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan memperlancar akses masyarakat.
Bagi warga Cibugis, jalan bukan hanya persoalan infrastruktur. Jalan menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan, distribusi barang, hingga mobilitas warga sehari-hari.
Danramil Klapanunggal Kapten Kav. La Ahmadin alias Rocky turut memberikan perhatian terhadap aspek keamanan selama pekerjaan berlangsung.
Ia meminta agar pembangunan betonisasi di Kampung Cibugis mendapat pengawasan bersama sehingga para pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman dan tidak mengalami gangguan.
Menurutnya, unsur kewilayahan seperti kepala dusun, RW dan RT perlu ikut melakukan pengawasan di lingkungan sekitar.
Jika terjadi gangguan yang berpotensi menghambat pekerjaan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan.
“Kalau ada gangguan, segera laporkan kepada kami atau pihak Polsek Klapanunggal, sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang telah ditentukan,” pesannya.
Pembangunan jalan betonisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan perekonomian di Kampung Cibugis.
Namun, pembangunan infrastruktur tidak berhenti ketika beton selesai dicor.
Kades Gonon mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Pengawasan masyarakat dinilai penting agar hasil pembangunan dapat bertahan dan manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, transparansi pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan yang menggunakan anggaran publik.
Dengan nilai proyek mencapai Rp690,09 juta, masyarakat memiliki kepentingan untuk memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai volume dan spesifikasi yang tercantum dalam perencanaan.
Jalan yang dibangun hari ini akan menjadi fasilitas masyarakat dalam bertahun-tahun ke depan. Karena itu, kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap ketentuan pembangunan menjadi tanggung jawab bersama.
Launching betonisasi di Kampung Cibugis juga memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, lembaga desa, pendamping desa, dunia usaha hingga masyarakat.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mengawal pembangunan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Klapanunggal berharap pembangunan tidak sekadar menghasilkan jalan baru, tetapi juga mampu membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas warga dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kini, pekerjaan betonisasi telah dimulai.
Tantangannya adalah memastikan Rp690 juta lebih uang publik tersebut benar-benar berubah menjadi infrastruktur yang kokoh, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(AG)



