Pojokan Kakan, ASN BPN Lapor Ada Puluhan Honorer di Kantah Bogor 1 ke Inspektorat ?

BOGOR – Diduga bermaksud untuk memojokan Kepala Kantor (Kakan) ATR/BPN Pertanahan (Kantah), Bogor 1, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sontang Coin Manurung, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ATR/BPN melapor terdapat puluhan tenaga berstatus Honorer di Kantah Bogor 1.
Adalah oknum ASN Agung yang diduga telah melaporkan hal itu ke Inspektorat Kementerian ATR/BPN RI. Buntut laporannya, Kakan Sontang lalu diperiksa Inspektorat, tapi buntut lainnya adalah puluhan tenaga honor di Kantah bogor 1 tersebut diberhentikan per 2 Juli 2026, setelah 72 tenaga honor dikumpulkan di Aula Kantah Bogor 1.
Menurut sumber yang layak dipercaya, namun minta dirahsiakan, sebut saja Irfan (bukan nama sebenarnya), Agung semula juga merupakan tenaga di Kantah Bogor 1, Cibinong, setelah dinyatakan lolos dan dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ASN Agung lantas di mutasi ke Kantah 2, Cileungsi, Kab Bogor.

“Adalah oknum ASN Agung yang diduga telah melaporkan hal itu ke Inspektorat Kementerian ATR/BPN RI. Buntut laporannya, Kakan Sontang lalu diperiksa Inspektorat,” ujarnya Selasa, (1/7/26) di Cibinong
“Tak hanya itu, buntut lainnya dari laporan itu, adalah puluhan tenaga honor di Kantah Bogor 1 tersebut diberhentikan per 1 Juli 2026, setelah 72 tenaga honor dikumpulkan di Aula Kantah Bogor 1, pada Selasa itu,” tambah Irfan.
Dikatakannya, dengan diberhentikan puluhan tenaga honor, hal tersebut akan sangat berpengaruh besar dalam pelayanan. Dan bakal terjadi, bahkan dapat dipastikan terdapat dan terjadi tumpukan berkas permohonan sertifikat. Selain dari pada itu juga dapat dipastikan terdapat dan terjadi penambahan tunggakan penyelesaian permohonan.

Diterangkan Irfan, selama ini, meski telah terdapat beberapa kali pergantian Kepala Kantor ATR/BPN Pertanahan Bogor 1, tetap saja terdapat tunggakan penyelesaian permohon sertifikat yang jumlahnya mencapai belasan ribu. Padahal, ucap dia saat itu terdapat banyak tenaga honor yang jumlahnya mencapai ratusan orang.
Sementara menurut sumber lain sebut saja Bayu (bukan nama sebenarnya), bukan hanya terdapat tunggakan penyelesaian permohon sertifikat yang jumlahnya mencapai belasan ribu. Tapi juga, terdapat banyak berkas permohonan sertifikat yang hilang. Sehingga, menyulitkan dalam pengurusan dan penyelesaiannya.
“Konon katannya, berkas yang hilang tersebut saat di pegang oleh tenaga honor, karena diduga sebagian besar tenaga honor juga terjun sebagai calo pengurusan sertifikat sebagai tambahan pendapatan,” tandasnya.

“Berkas permohonan sertifikat banyak yang dibawa pulang ke rumah dengan alasan disimpan, karena takut hilang. Hal itu terungkap saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas pemeriksa yang disebut-sebut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” imbuh Bayu.
Masih menurutnya Tugas Pokok dan Fungsi Kantor ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di tingkat kabupaten/kota adalah melaksanakan sebagian urusan pemerintahan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang untuk memberikan kepastian hukum, keadilan, serta kemakmuran bagi masyarakat.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, kata Bayu rincian fungsi utama dari Kantor ATR/BPN adalah: Pendaftaran dan Penetapan Hak Tanah: Melaksanakan pendaftaran tanah, menerbitkan sertifikat, serta melayani peralihan hak (jual beli, warisan) dan pemeliharaan data pendaftaran tanah. Fungsi lainnya adalah :
“Survei dan Pemetaan: Melakukan pengukuran, survei, dan pemetaan bidang tanah untuk memastikan batas-batas lahan yang sah secara hukum. Pengadaan Tanah dan Tata Ruang: Melaksanakan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, pengembangan kawasan, penatagunaan tanah, dan penataan ruang daerah,” ucapnya.
“Penanganan Sengketa Pertanahan: Mengendalikan pemanfaatan tanah dan menangani sengketa maupun konflik agraria untuk melindungi hak-hak masyarakat. Pemberdayaan dan Penataan: Mengelola program redistribusi tanah dan pemberdayaan tanah bagi masyarakat,” pungkas Bayu.
Sejauhmana kebenarannya, Kepala Kantor ATR/BPN Pertanahan Bogor 1, Sontang Coin Manurung, saat dihubungi melelaui telepon seluler beberapa kali Selasa (1/6/26) tidak menjawab. Demikian juga saat di hubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) Selasa itu juga tidak ada respon.
Menurut beberapa sumber di Kantah tersebut Sontang telah memberitahukan bahwa telepon selulernya tengah error, karenanya maka ia matikan, sehingga tidak dapat dihubungi atau dikontak, atau di WA.(Ahp)



