KONI Expo 2026 Masuk Tahap Percepatan, Panitia Fokus Tuntaskan Persiapan

LAMPUNG BARAT — Persiapan pelaksanaan KONI EXPO 2026 memasuki tahap percepatan. Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan rapat evaluasi dan koordinasi Panitia KONI EXPO 2026 yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Rapat tersebut membahas kesiapan masing-masing seksi, mulai dari seksi acara, bazar, pertandingan, perlengkapan, medis hingga humas. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat diselesaikan secara terkoordinasi sebelum pelaksanaan KONI EXPO 2026.
Sekretaris Panitia KONI EXPO 2026, Basuki Rahmat, saat memberikan keterangan di Kantor Sekretariat KONI Lampung Barat, Rabu (12/8/2026), mengatakan secara umum persiapan telah berjalan, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus segera dituntaskan.
“Secara umum persiapan KONI EXPO 2026 sudah berjalan. Namun, masih ada beberapa hal yang harus segera kita selesaikan, terutama terkait pendanaan, pendaftaran peserta, perlengkapan, publikasi, fasilitas pendukung dan koordinasi antar-seksi,” ujar Basuki Rahmat.
Menurutnya, seluruh seksi telah diberikan tugas dan target masing-masing. Pekerjaan yang sifatnya mendesak diminta tidak menunggu rapat berikutnya, melainkan segera dikoordinasikan dan diselesaikan sesuai kewenangan masing-masing.
Bazar Targetkan Penambahan Peserta UMKM
Pada sektor bazar, hingga rapat berlangsung telah terdata sebanyak 13 UMKM, terdiri dari 12 UMKM di Zona Food Court dan satu UMKM di Zona Robusta Corner. Sementara untuk Zona Apparel Olahraga masih belum terdapat peserta.
Panitia juga merencanakan dukungan sebanyak 37 booth, masing-masing tujuh booth dari Kopdag, 10 booth dari Yamaha dan 20 booth dari Bank Lampung.
Pendaftaran peserta UMKM dibuka hingga 28 Agustus 2026, sedangkan penataan booth dijadwalkan pada 29–31 Agustus 2026.
Panitia juga menyiapkan sejumlah program pendukung, antara lain Fun Game dan penilaian booth terbaik serta lomba kuliner khas Lampung Barat bagi peserta bazar.
Peserta yang masuk dalam 30 pendaftar pertama juga akan mendapatkan fasilitas pembuatan QRIS dari Bank Lampung.
Dari sisi fasilitas, panitia akan berkoordinasi dengan PLN terkait kebutuhan listrik dan pemasangan jalur listrik. Sedikitnya tiga terminal induk juga diperlukan sebagai pendukung kelistrikan booth.
Pendaftaran Cabang Olahraga Terus Digenjot
Sementara pada sektor pertandingan, cabang bola basket saat ini telah mengonfirmasi 20 tim dari target 40 tim. Panitia masih terus melakukan penjaringan peserta untuk memenuhi target tersebut, termasuk peserta cheerleader yang hingga kini belum tersedia.
Pertandingan basket akan menggunakan sistem penyisihan grup atau setengah kompetisi, kemudian dilanjutkan dengan babak final menggunakan sistem gugur.
Untuk cabang bulutangkis, target peserta terdiri atas 80 peserta remaja putra/putri dan 40 pasangan atau 80 orang untuk kategori umum ganda putra. Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur dengan dukungan tiga lapangan pertandingan.
Sedangkan cabang pencak silat menargetkan 500 peserta, namun hingga saat ini baru sekitar 80 peserta yang telah terdaftar. Pertandingan akan mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari usia dini, praremaja, remaja hingga dewasa.
Basuki mengatakan, peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu fokus utama panitia, terutama untuk cabang olahraga yang jumlah pendaftarnya masih jauh dari target.
“Kita terus mendorong peningkatan peserta. Basket, bulutangkis dan khususnya pencak silat harus segera mengoptimalkan pendaftaran, karena keberhasilan KONI EXPO juga sangat ditentukan oleh partisipasi atlet dan peserta,” jelasnya.
Perlengkapan dan Medis Jadi Perhatian
Seksi Perlengkapan diminta segera melakukan inventarisasi seluruh fasilitas yang telah tersedia sekaligus menyusun daftar kebutuhan yang masih kurang.
Kesiapan yang menjadi perhatian meliputi tenda, booth, panggung, sound system, meja, kursi, perlengkapan pertandingan, backdrop, spanduk, banner hingga papan informasi.
Sementara Seksi Medis diminta segera mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi atau meminjamkan ambulans PSC. Selain itu, kebutuhan tenaga kesehatan, obat-obatan, P3K, jadwal piket serta lokasi posko kesehatan juga harus segera dipastikan.
Publikasi Diperkuat
Seksi Humas juga diminta memperkuat koordinasi dengan stakeholder, media, sponsor dan tamu undangan. Publikasi melalui media sosial dan media massa akan dioptimalkan untuk menyampaikan informasi mengenai jadwal pertandingan, bazar serta berbagai kegiatan pendukung KONI EXPO 2026.
Dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.
Pendanaan dan Sponsor Jadi Prioritas
Selain teknis pelaksanaan, persoalan pendanaan menjadi salah satu perhatian utama panitia. Beberapa cabang olahraga masih menunggu pencairan bantuan keuangan sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut.
Panitia juga akan melakukan pendekatan kepada sponsor pendukung, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertandingan dan berbagai fasilitas kegiatan.
Basuki menegaskan bahwa koordinasi lintas-seksi harus terus dilakukan agar berbagai kendala dapat segera diketahui dan diselesaikan.
“Tidak boleh ada seksi yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling berkoordinasi dan terbuka menyampaikan perkembangan, kendala maupun kebutuhan. Yang mendesak harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu rapat berikutnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh seksi diwajibkan menyusun daftar pekerjaan yang belum selesai, lengkap dengan penanggung jawab dan target penyelesaian.
Dengan percepatan tersebut, Panitia KONI EXPO 2026 berharap seluruh aspek kegiatan, mulai dari pertandingan, bazar, perlengkapan, kesehatan, publikasi, sponsor hingga fasilitas pendukung dapat dipastikan kesiapan dan pelaksanaannya.
“Target kita tentu KONI EXPO 2026 dapat berlangsung tertib, aman dan sukses. Karena itu, seluruh pekerjaan yang masih menjadi catatan harus segera dituntaskan secara bersama-sama,” pungkas Basuki Rahmat. (DELPAN)



