Musdes Rembuk Stunting Digelar, Kades Gonon Tegaskan “Rumah Desa Sehat”
Harus Jadi Gerakan Bersama Seluruh Warga Klapanunggal

BOGOR – Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting dengan agenda pembahasan “Rumah Desa Sehat (RDS)” serta penyusunan usulan kegiatan bidang kesehatan untuk RKPDes Tahun 2027, di Aula Kantor Desa Klapanunggal, Kamis (9/7/2026).
Musyawarah ini menjadi forum penting dalam memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga sekaligus mempercepat pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Klapanunggal Aditia, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin yang akrab disapa Kades Gonon, Kepala Puskesmas Klapanunggal, Pendamping Desa Darso, Babinsa Ujiono, Bhabinkamtibmas Amir, Bidan Desa, Ketua TP-PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Satgas Linmas, para Kepala Dusun, Ketua RW dan RT se-Desa Klapanunggal, Karang Taruna, serta Ketua PSM Klapanunggal.

Dalam forum tersebut dibahas berbagai usulan program kesehatan yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes Tahun 2027. Salah satu fokus utama adalah penguatan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai pusat koordinasi penanganan masalah kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan stunting, pemantauan balita, pelayanan ibu hamil, kesehatan lansia, hingga peningkatan kebersihan lingkungan di setiap wilayah.
Melalui program ini, setiap Ketua RT, RW, Kepala Dusun, kader Posyandu, dan kader PKK diharapkan lebih aktif mendata warga yang mengalami gangguan kesehatan agar dapat segera dilakukan penanganan tanpa harus menunggu kondisi semakin parah.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin (Kades Gonon) menegaskan bahwa persoalan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga medis.
“Rumah Desa Sehat harus menjadi gerakan bersama. Bidan desa, kader Posyandu, PKK, RT, RW, dan seluruh masyarakat harus saling peduli. Jika ada balita, ibu hamil, lansia, atau warga yang sakit, segera lakukan penanganan awal dan laporkan secepatnya. Jangan menunggu sampai kondisinya memburuk atau menunggu petugas dari puskesmas datang,” tegas Kades Gonon.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar kesadaran menjaga pola hidup bersih dan sehat semakin kuat.
Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit serta menekan angka stunting di Desa Klapanunggal.
Kepala Desa juga meminta seluruh jajaran RT, RW, Kepala Dusun, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat agar aktif melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga, memperhatikan asupan gizi balita, serta memastikan setiap warga yang mengalami sakit memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.
Musyawarah berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait kebutuhan pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah. Seluruh usulan tersebut akan menjadi bahan penyusunan program prioritas bidang kesehatan dalam RKPDes Tahun 2027.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Pemerintah Desa Klapanunggal berharap program Rumah Desa Sehat (RDS) mampu menjadi ujung tombak dalam menciptakan masyarakat yang sehat, menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mewujudkan Desa Klapanunggal yang lebih sehat, tangguh, dan sejahtera.(Agung Dwi S)



