Sebulan Mengabdi di Klapanunggal, Mahasiswi IIQ Jakarta Tinggalkan Jejak Literasi Al-Qur’an

BOGOR – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara pelepasan Mahasiswi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Aula Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (30/7/2026).
Selama satu bulan menjalankan pengabdian di tengah masyarakat, para mahasiswi IIQ Jakarta tidak hanya hadir sebagai peserta akademik, tetapi juga menjadi penggerak pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak, remaja, hingga warga di berbagai kampung dan kawasan perumahan di Desa Klapanunggal.
Acara pelepasan dihadiri Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Kades Gonon, pembimbing KKL Dr. Hendra Kholid, M.A., Babinsa Ujiono, Bhabinkamtibmas Amir, Kepala Dusun 5 Fauzul Hamdy, para Ketua RW dan RT, serta seluruh mahasiswi peserta KKL.

Dalam sambutannya, Kades Gonon menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswi yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Atas nama Pemerintah Desa Klapanunggal dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswi IIQ Jakarta yang telah mengabdikan ilmunya selama satu bulan di desa kami. Kehadiran kalian telah memberikan warna baru dalam pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun masyarakat,” ujar Ade Endang Saripudin.

Menurutnya, program KKL tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang dampaknya dapat dirasakan secara langsung.
Selama berada di Desa Klapanunggal, para mahasiswi aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajaran membaca Al-Qur’an, bimbingan tahsin, pendampingan hafalan Al-Qur’an, hingga pembinaan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan kampung maupun kompleks perumahan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran para mahasiswi dinilai mampu menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak untuk lebih mencintai Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam membaca ayat-ayat suci dengan baik dan benar.
Di hadapan seluruh peserta, Kades Gonon juga menyampaikan doa agar seluruh mahasiswi diberikan kemudahan dalam menyelesaikan pendidikan hingga meraih cita-cita akademik yang lebih tinggi.
“Saya mendoakan semoga skripsinya dimudahkan, wisudanya berjalan lancar, bahkan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 hingga S3. Teruslah menjadi insan yang membawa manfaat bagi umat dan menyebarkan ilmu Al-Qur’an kepada masyarakat, terutama mereka yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an,” tuturnya.
Sementara itu, Pembimbing KKL IIQ Jakarta, Dr. Hendra Kholid, M.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Klapanunggal beserta seluruh elemen masyarakat yang telah menerima dan mendampingi para mahasiswi selama menjalankan program pengabdian.
Menurutnya, keberhasilan program KKL tidak hanya diukur dari terselesaikannya kegiatan akademik, tetapi juga dari hubungan yang terjalin erat antara mahasiswa dengan masyarakat.
“Pengalaman hidup bersama masyarakat merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, doa bersama, sesi foto bersama, serta salam perpisahan yang berlangsung penuh keakraban. Meski masa pengabdian telah usai, jejak pengajaran Al-Qur’an yang ditinggalkan para mahasiswi IIQ Jakarta di Desa Klapanunggal diharapkan terus tumbuh melalui semangat belajar masyarakat.
Bagi warga Klapanunggal, kehadiran para mahasiswi selama satu bulan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa mampu menghadirkan manfaat nyata. Bukan hanya memperkuat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, pendidikan, dan pengabdian yang akan terus dikenang jauh setelah program Kuliah Kerja Lapangan berakhir.(Agung Dwi S)



