JUSTICIA

KETUA BAI BOGOR, SYAMSUL BAHRI SIAP HADAPI BOS HOLYWINGS BISNIS MIRAS BERKEDOK RESTO

BOGOR – Komentar bahkan beragam pendapat muncul ditengah fenomenal hadirnya HOLYWING dibeberapa kota,bahkan guncangan sosial juga terjadi di wilayah Bogor .
Atas adanya temuan dan fakta kuat pelanggaran perijinan juga teknis penjualan miras maka tentu hal ini patut diungkap dan diusut hingga tuntas,demikian dituturkan Ketua BAI ( Badan Advokasi Indonesia) wilayah Bogor,Syamsul Bahri pada media.
Bagai dakwah syetan ditengah Kota,usaha satu ini memang tak lazim bahkan dapat merusak nilai sosial masyarakat dan generasi muda.
Menyuguhkan minuman keras beralkohol bebas bagai secangkir kopi dengan stok ratusan Botol terungkap di gudang mereka.
“Adanya informasi bahkan fakta peristiwa dibeberapa tempat ,khususnya di Bohor. Kita selaku warga Bogor amat miris dengan berita HOLYWINGS dan tentu ini hal mendasar yang patut dicermati dan disikapi bersama.
Tidak ada toleransi jika menyangkut agama dan akidah tentu tindakan Walikota Bogor untuk menutup dan mencabut usaha telah benar.Maka jika masih dipaksakan pemilik tentu kami BAI ( Badan Advokasi Indonesia) dapat mengambil sikap untuk segera bergerak dan bertindak baik dengan delik formil selaku sosial kontrol pada pemilik juga pengusaha HOLYWING tesebut selain itu tentu elemen masyarakat Bogor dapat turut juga saling mendukung dan supportnya dalam aksi nyata di lapangan.Kami telah lakukan analisa awal dan kajian pada fakta peristiwa yakni bisa saja pada pemilik HOLYWING dikenakan ancaman KUHP, Pasal 156 a, yaitu…
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :

a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.
Dan juga Jeratan pada pasal 204 ayat 2 KUHP disebutkan seseorang yang menjual sesuatu yang sifatnya berbahaya dan menyebabkan kematian akan dihukum penjara hingga 20 tahun. Juga jeratan pasal yaitu, Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara” tutur Syamsul Bahri pada wartawan Sabtu (2/7).

Wali Kota Bogor Bima Arya pastikan Pemkot Bogor segera mencabut semua izin usaha operasional Cafe Holywings Bogor yang berganti nama Elvis sehingga Cafe tersebut tidak bisa beroperasi di Kota Bogor.

“Kami putuskan mencabut semua izin operasional dan usaha sehingga tidak bisa beroperasi lagi di kota Bogor,” tegas Wali Kota Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Rumdin, Jum’at (1/7/2022) usai walimatus safar keberangakatan hajinya.
Menurut Bima pencabutan izin usaha dan operasional, eks Holywings itu, merupakan hasil rapat koordinasi Forkopimda kota Bogor yang menyimpulkan Cafe Holywings melakukan pelanggaran berat dengan menemukan bukti kuat.

“Kami temukan bukti-bukti pelanggaran ditempat hiburan itu,” kata Bima yang juga dibenarkan kasat Pol PP kota Bogor Agustian Syah

Pelanggaran berat yang dilakukan Cafe Holywings Bogor, pertama faktanya menjual minuman beralkohol diatas lima persen. Kedua tempat usaha Hiburan malam tersebut mengganti nama tidak dilakukan baik sesuai prosedur yang awalnya tempat itu bernama Holywigns yang berganti nama Elvis Cafe & Resto.
Fakta pelanggaran ketiga, jelas Bima Cafe Holywings tidak membangun situasi yang kondusif dan silaturahmi yang baik di Kota Bogor.

“Padahal point-point itu telah kita titipkan kepada holywings,” ujarnya.

Pemkot Bogor juga sudah mengirim surat rekomendasi pencabutan izin usaha dan oprasional eks Holywings itu ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Bandung.

“Surat rekomendasinya sudah dikirim (red.Kamis.30/6). Pak Gubernur juga sama arahannya,” cetus Bima

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menyegel eks Holywings Bogor yang kini bernama Elvis Cafe & Resto pada Sabtu (25/6/2022), Cafe ini disegel bukan karena promosi ‘Muhammad dan Maria’ , tapi karena menjual minuman beralkohol di atas 5 persen.

“Melanggar Perda, kesepakatannya tidak boleh di atas 5 persen. Makanya Cafe Elvis yang terafiliasi dengan Holywings disegel dalam jangka waktu 14 hari ke depan sekaligus dibekukan IMB-nya.”ujarnya

Saat sidak, Bima bersama aparat kepolisian dan Sat Pol PP juga menyaksikan pembongkaran kunci ruangan diduga gudang tempat penyimpanan stok minuman beralkohol.(Redaktur)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *