Karyawan PTPN I Regional 1 Gelar Aksi Damai
Tuntut Kesejahteraan dan Kebon Arso Beroperasi Kembali

PAPUA – Karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 1 (eks-PTPN II) melakukan aksi damai menuntut peningkatan kesejahteraan, Selasa, (28/4). Aksi tersebut mereka menuntut kesejahteraan dan pengoperasian Kembali Unit Kebun Arso dan PKS.
Mereka berkumpul di kantor PTPN Kebun Arso Papua PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 1 untuk menyampaikan beberapa tuntutan mulai soal kesejahteraan hingga tata kelola PTPN.

Dalam orasinya, Karyawan ex PTPN 2 juga menyoroti pengelolaan lahan perkebunan ex PTPN 2 yang dinilai tidak maksimal. Disamping itu karyawan meminta agar PTPN I mengoperasikan Kembali kebun Arso yang sudah dari tahun 2018 tidak produksi.
Mereka meminta PTPN I untuk mengkaji kembali kebijakannya. Dimana Pekerja perkebunan ex PTPN II tersebut menyuarakan adanya kesenjangan kesejahteraan, mulai dari perbedaan gaji, premi, hingga bonus yang diterima karyawan ex PTPN 2 dibandingkan dengan karyawan regional lainnya. Upah Karyawan Tetap, mulai 1 Januari 2025 sampai saat ini upah berada di bawah Upah Minimum Propinsi (UMP) Papua, mohon diperhatikan untuk penyesuaian. Meminta agar seluruh Karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 1 (eks-PTPN II) dapat menerima kesejahteraan yang sama (Upah, tunjangan/THR dan Bonus).

Karyawan ex PTPN II menuntut agar digabungkan Kembali menjadi regional sendiri dimana didalamnya ada kelapa sawit dan tebu agar kesejahteraan bisa dirasakan oleh seluruh karyawan. Tuntutan menjadikan ex PTPN 2 sebagai regional sendiri didasarkan pada luas lahan dan potensi yang dimiliki, sekaligus untuk menjaga keberlangsungan sejarah PTPN 2.
Seluruh karyawan dan karyawati PTPN 1 Regional 1 EX PTPN 2 dari Sumatera Utara sampai di Papua minta agar dijadikan 1 Regional sendiri karena kami bergabung dengan PTPN 1 Regional 1 tidak memperlakukan kami karyawan ex PTPN2 dengan baik maka dengan tegas kami karyawan PTPN I Regional 1 minta bapak RH dan HO harus melihat hal ini dengan baik.

“Kami tidak menentang perubahan, namun berharap ex PTPN 2 dapat menjadi regional sendiri yang mencakup seluruh komoditas seperti sawit, tebu, Mereka juga mempertanyakan kebijakan holding PTPN yang dinilai tidak konsisten, karena beberapa ex PTPN lain dapat dijadikan regional meskipun memiliki komoditas yang berbeda.
“Mudah-mudahan tuntutan kami ini direspon positif dan hak kami tidak dikebiri. Kami hanya membawa bebapa perwakilan karyawan,” tandasnya.


“Saya rasa kita semua punya keinginan bersama PTPN bisa berjaya kembali. Kita semua tidak akan ragu untuk membawa PTPN berjaya kembali. Maka dari itu kita harus mempunyai semangat yang sama untuk memajukan PTPN,” tukasnya. (BERKAM)



