Kades Gonon Serahkan Bantuan Pendidikan, Orangtua: Terima Kasih, Ini Meringankan Beban Kami

BOGOR — Harapan tiga anak muda asal Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kini mendapat jalan yang lebih terbuka.
Melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu), Pemerintah Desa Klapanunggal menyalurkan bantuan pendidikan bagi warga yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang diinstruksikan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk mendukung peningkatan akses pendidikan masyarakat.
Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Kades Gonon, turut memastikan program tersebut terlaksana di tingkat desa.

Sebanyak tiga siswa menjadi penerima bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mereka adalah:
- Muhammad Afan Ramdani — nilai 86,95, asal sekolah An-Nizamiyah.
- Nurazizah Zahrah — nilai 80,65, asal SMK BM3.
- Mili Rahmawati Ramadhani — nilai 98,8, asal SMA Klapanunggal.
Ketiganya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan dukungan program Bankeu tersebut.
Bagi keluarga penerima, bantuan pendidikan itu bukan sekadar angka.
Di tengah biaya pendidikan tinggi yang tidak sedikit, keinginan orangtua menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi sering kali berhadapan dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Karena itu, kehadiran bantuan tersebut menjadi angin segar.
Salah satu orangtua penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Klapanunggal, khususnya kepada Kades Ade Endang Saripudin.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat membantu meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan anaknya.
Ia berharap bantuan serupa dapat terus diberikan sehingga anak-anak Desa Klapanunggal memiliki kesempatan yang semakin luas untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Terima kasih kepada Kades Ade Endang Saripudin yang telah memberikan bantuan beasiswa untuk anak kami melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu kuliah,” ujar orangtua penerima.
Ucapan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah bantuan bagi keluarga.
Sebab bagi sebagian orangtua, menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi bukan perkara mudah. Ada biaya pendaftaran, kebutuhan kuliah, transportasi, buku, hingga kebutuhan hidup yang harus dipikirkan.
Kades Klapanunggal Ade Endang Saripudin mengatakan, pelaksanaan program bantuan pendidikan tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurut dia, program Bankeu yang diarahkan untuk membantu masyarakat merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan warga, termasuk sektor pendidikan.
Ade menjelaskan bahwa pemberian bantuan bagi tiga siswa tersebut merupakan bagian dari program yang diinstruksikan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
“Program ini tidak lepas dari program Bupati Bogor Rudy Susmanto yang selalu memperhatikan pendidikan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Ade.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima.
Menurutnya, kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi harus dijaga dengan kesungguhan belajar.
Bantuan pemerintah, kata dia, bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi dorongan agar generasi muda terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Pendidikan tinggi masih menjadi impian bagi banyak keluarga.
Namun, impian itu terkadang terhenti bukan karena anak tidak memiliki kemampuan, melainkan karena keluarga tidak mampu menanggung seluruh biaya yang diperlukan.
Di sinilah program bantuan pendidikan memiliki arti penting.
Tiga siswa penerima Bankeu tersebut kini memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh.
Nilai akademik yang mereka miliki menunjukkan bahwa mereka telah memiliki modal prestasi.
Muhammad Afan Ramdani dengan nilai 86,95, Nurazizah Zahrah dengan nilai 80,65, dan Mili Rahmawati Ramadhani dengan nilai 98,8 kini dihadapkan pada tantangan baru: mempertahankan prestasi sekaligus mengejar cita-cita di perguruan tinggi.
Bagi Pemerintah Desa Klapanunggal, bantuan itu diharapkan menjadi investasi untuk masa depan masyarakat.
Sebab pembangunan sebuah desa tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun atau infrastruktur yang berdiri.
Pembangunan juga diukur dari berapa banyak anak yang mampu menembus perguruan tinggi dan kembali membawa pengetahuan untuk membangun kampung halamannya.
Program Bankeu yang dilaksanakan Desa Klapanunggal menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pendidikan dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Pemerintah desa menjadi penghubung agar program bantuan dapat dirasakan warga yang membutuhkan.
Sementara orangtua memiliki tugas memastikan kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan.
Dan para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk membuktikan bahwa bantuan yang diberikan tidak sia-sia.
Tiga anak muda Klapanunggal kini membawa harapan yang lebih besar.
Bukan hanya harapan keluarga.
Tetapi juga harapan desa.
Sebab ketika biaya tidak lagi menjadi tembok yang menghalangi langkah, pendidikan dapat menjadi jalan bagi anak-anak desa untuk mengubah masa depan mereka.(Agung Dwi S)



