Jelang HUT RI ke-81, Pemdes Klapanunggal Gelar Jumsih, Kades Gonon Tegur Keras Pembuang Sampah Sembarangan

BOGOR – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan dengan memasang Merah Putih dan umbul-umbul. Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, memilih turun langsung membersihkan lingkungan bersama masyarakat.
Kegiatan umat Bersih (Jumsih) digelar pada Jumat pagi (7/8/2026) di sepanjang jalan kawasan Lapangan Persika, Kampung Sindanglengo, RT 06/RW 04, Desa Klapanunggal.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin. Ia turun bersama perangkat desa, kepala dusun, BPD, LPM, TP PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua MUI, Satpol PP, Satgas Linmas, Karang Taruna, Ketua RW dan RT, BUMDes, serta warga sekitar.
Tidak hanya membersihkan sampah dan lingkungan, jajaran Pemerintah Desa Klapanunggal juga memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul sebagai bentuk penghormatan sekaligus membangun atmosfer kemerdekaan di tengah masyarakat.

Bagi pemerintah desa, kebersihan menjadi bagian penting dari wajah sebuah wilayah. Desa yang ingin merayakan kemerdekaan dengan semarak, kata Ade, juga harus mampu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, hari ini kami Pemerintah Desa Klapanunggal bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua MUI, seluruh jajaran perangkat desa, Satpol PP, Satgas Linmas, BPD, LPM, Karang Taruna, kepala dusun 1, 2, 3, 4 dan 5, Ketua RW dan RT, PKK, Ketua LPM, Ketua BUMDes, serta warga sekitar, melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di sepanjang jalan Lapangan Persika, Kampung Sindanglengo RT 06/RW 04,” ujar Ade Endang Saripudin.

Menurut Ade, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan. Jumsih menjadi sarana untuk membangun kembali budaya gotong royong sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kebersihan desa merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Desa Klapanunggal tetap bersih dan indah,” katanya.

Di balik semangat gotong royong tersebut, masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Klapanunggal.
Ade pun menyampaikan teguran keras kepada siapa pun yang masih menjadikan pinggir jalan sebagai tempat membuang sampah.
Ia meminta kebiasaan tersebut segera dihentikan karena bukan hanya merusak keindahan desa, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

“Saya mengimbau dengan tegas kepada siapa pun yang masih membuang sampah sembarangan di areal jalan Desa Klapanunggal agar segera menghentikan perbuatannya,” tegas Ade.
Ia bahkan menyampaikan harapan agar para pelaku mendapat kesadaran untuk mengubah perilaku dan ikut menjaga lingkungan.
“Saya berdoa semoga Allah SWT memberikan kesadaran kepada mereka agar tidak lagi mengotori lingkungan. Namun apabila setelah imbauan ini masih ada yang sengaja membuang sampah sembarangan, saya hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Mari kita jaga kebersihan desa ini sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena persoalan sampah tidak akan pernah selesai hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah desa.
Pemerintah dapat membersihkan lingkungan setiap hari, tetapi jika kebiasaan membuang sampah sembarangan terus dilakukan, persoalan yang sama akan kembali muncul.
Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci.
Ade mengatakan kegiatan Jumsih juga menjadi bagian dari persiapan menyambut rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang akan dipusatkan di Desa Klapanunggal.
Menurut dia, lingkungan yang bersih akan memberikan suasana berbeda ketika masyarakat berkumpul merayakan momentum kemerdekaan.
“Hari ini kami membersihkan lingkungan karena kami ingin menyambut peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan suasana yang bersih, nyaman, dan penuh semangat,” kata Ade.
Ia sekaligus mengajak seluruh masyarakat Desa Klapanunggal untuk ikut memeriahkan pesta rakyat yang akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Momentum tersebut diharapkan bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan persatuan warga.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan pesta rakyat yang akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Semoga momentum ini semakin mempererat persatuan dan kebersamaan seluruh warga Desa Klapanunggal,” pungkasnya.
Jumsih di Kampung Sindanglengo memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar.
Menyapu jalan, mengangkat sampah, merawat lingkungan, memasang Merah Putih, hingga mengajak tetangga bergotong royong merupakan bentuk sederhana dari upaya mengisi kemerdekaan.
Sebab kemerdekaan akan kehilangan makna jika lingkungan tempat rakyat hidup justru dipenuhi sampah dan ketidakpedulian.
Di Desa Klapanunggal, pesan itu kini kembali digaungkan: Merah Putih bukan hanya untuk dikibarkan, tetapi semangat persatuan dan gotong royongnya harus benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Dan ketika satu tangan memungut sampah, tangan lainnya menanam kesadaran, di situlah kemerdekaan menemukan maknanya membangun desa yang bersih, sehat, nyaman, dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya.(Agung Dwi S)



