PEMERINTAHAN

BPBD Balangan Usulkan 27 Sumur Bor Guna Antisipasi Karhutla Meluas

BALANGAN – Tingginya eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta ancaman kekeringan di Kabupaten Balangan direspons serius oleh pemerintah daerah setempat.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Balangan mengeksekusi sembilan langkah strategis penanggulangan krisis musiman tersebut.

Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan yang telah disahkan sejak 12 Agustus 2026 lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menegaskan bahwa landasan hukum status siaga tersebut menjadi dasar bagi pihaknya untuk memobilisasi seluruh kekuatan lintas sektor.

“Melalui payung hukum Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat, kami langsung memaksimalkan koordinasi lintas sektor bersama unsur Kodim, Polres, Manggala Agni, KPH, hingga relawan pemadam kebakaran se-Balangan,” urai Rahmi.

Di lapangan, BPBD telah mengaktifkan Posko Siaga yang beroperasi 1×24 jam. Posko ini didukung penuh oleh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat induk maupun posko kecamatan, lengkap dengan sarana prasarana penanggulangan.

Mobilisasi patroli ke titik-titik rawan api dan kekeringan juga terus ditingkatkan dengan menggandeng kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Personel TRC kami siagakan 1×24 jam penuh. Kami juga secara intensif memobilisasi patroli monitoring ke wilayah-wilayah rawan bersama aparat kewilayahan, baik camat maupun kepala desa,” jelasnya.

Mengingat luasan lahan terbakar yang terus bertambah seiring memuncaknya musim kemarau, Pemkab Balangan juga telah menyiapkan langkah antisipasi level lanjut. BPBD saat ini tengah menyusun skenario pengajuan bantuan operasional udara dan infrastruktur air bersih.

“Jika situasi di lapangan semakin meningkat dan api sulit terkendali, kami sudah mempersiapkan pengajuan operasi Helikopter Waterbombing kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.”

“Selain itu, untuk mitigasi kekeringan jangka panjang, kami juga sedang mengajukan bantuan pembuatan sumur bor di 27 titik desa serta dua unit truk tangki distribusi air ke Direktorat Penanganan Darurat BNPB pusat,” tegas Rahmi. (AKHMAD SIDIK)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *