Kades dan Tiga Anggota DPRD Kabupaten Bogor Turun Gotong Royong Renovasi SMPN 1 Klapanunggal

BOGOR – Pemandangan berbeda terlihat di SMP Negeri 1 Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2026) pagi. Di saat akhir pekan biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat, puluhan orang justru bergotong royong membongkar atap, mengangkat genteng, asbes, hingga kayu penyangga ruang kelas yang kondisinya telah lapuk dan nyaris roboh.
Aksi gotong royong itu menjadi respons atas kondisi bangunan sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Perbaikan darurat dilakukan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman, sembari mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan secara permanen.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin bersama tiga anggota DPRD Kabupaten Bogor, yakni H.M. Ansori Setiawan, S.Pd. dari Partai Gerindra, Candra Kusuma, S.T. dari Partai Demokrat, dan Hj. Nunur Nurhasdian, M.Pd. dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Turut hadir Babinsa Ujiono, Bhabinkamtibmas Amir, Satpol PP Hermawan, perangkat Desa Klapanunggal, anggota Satgas Linmas, kader Partai Gerindra, para guru SMPN 1 Klapanunggal, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama mengangkat material bangunan yang sudah rapuh.
Suasana gotong royong berlangsung penuh kebersamaan. Para peserta saling bahu-membahu menurunkan genteng, membongkar rangka atap yang lapuk, serta membersihkan ruang kelas agar proses renovasi dapat segera dilaksanakan.
Menurut Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan berat sudah lama menjadi perhatian pemerintah desa karena dinilai membahayakan keselamatan para siswa.

Dalam sambutannya di hadapan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ade Endang menyampaikan apresiasi atas kepedulian para wakil rakyat yang tidak hanya memberikan dukungan melalui aspirasi pembangunan, tetapi juga turun langsung membantu proses renovasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan SMPN 1 Klapanunggal. Hari ini mereka hadir langsung bergotong royong bersama masyarakat memperbaiki ruang kelas yang sudah rapuh. Kondisinya sangat mengkhawatirkan dan sewaktu-waktu bisa membahayakan siswa yang sedang belajar,” ujar Ade Endang.

Ia berharap kepedulian tersebut menjadi awal percepatan pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi muda di Kecamatan Klapanunggal.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor H.M. Ansori Setiawan, S.Pd., mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi bangunan sekolah.
Menurutnya, ruang kelas yang rusak berat tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan peserta didik dan kualitas proses belajar mengajar.
“Setelah melihat langsung kondisinya, kami sangat prihatin. Bangunan ini memang membutuhkan penanganan segera. Kami berharap proses perbaikan dapat selesai secepat mungkin sehingga para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” kata Ansori.
Ia juga menegaskan akan mendorong agar pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah Klapanunggal masuk dalam skala prioritas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Bogor, sehingga sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat memperoleh perhatian yang memadai.
Kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari dukungan aspirasi tiga anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk mempercepat renovasi ruang kelas SMPN 1 Klapanunggal. Kehadiran para wakil rakyat di lokasi menjadi simbol bahwa persoalan pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, legislatif, sekolah, dan masyarakat.
Di tengah semangat kebersamaan itu, para guru berharap renovasi dapat segera rampung agar siswa tidak lagi dihantui rasa khawatir saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan ruang kelas bukan sekadar persoalan bangunan, melainkan menyangkut hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.
Gotong royong di SMPN 1 Klapanunggal menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan dan anggaran semata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Namun, masyarakat berharap semangat kebersamaan tersebut diikuti dengan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, sehingga tidak ada lagi siswa yang harus belajar di ruang kelas yang mengancam keselamatan mereka.(Agung Dwi S)



