Inovasi Sakura, Pelajar Balangan Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Seni

BALANGAN – Tumpukan botol plastik dan sampah anorganik di lingkungan sekolah kini tak lagi berakhir di tempat pembuangan. Di tangan para pelajar Kabupaten Balangan, limbah tersebut disulap menjadi aneka kerajinan bernilai seni melalui inovasi Sakura (Sampah Kujadikan Karya).
Program ini digagas oleh tenaga pendidik, Tati, SPd, sebagai solusi atas persoalan sampah yang selama ini kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Menurut Tati, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan membuangnya ke tempat sampah. Melalui Sakura, para siswa diajak memilah, mengolah, dan mengubah limbah anorganik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai estetika.
“Sakura mengajarkan bahwa sampah bukan sesuatu yang harus dibuang begitu saja. Jika diolah dengan kreativitas, limbah bisa menjadi karya yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya, Jumat (17/7).
Namun, Sakura bukan sekadar kegiatan membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Program ini juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik.
Melalui aktivitas mendaur ulang yang dilakukan secara berkelompok, siswa dilatih untuk lebih mandiri, berpikir kritis, kreatif, serta memperkuat semangat gotong royong.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.
Agar program berjalan berkelanjutan, sekolah tidak hanya mengajak siswa mengolah sampah, tetapi juga memberikan pendampingan, pelatihan, hingga evaluasi terhadap setiap karya yang dihasilkan.
Tati berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat, melainkan berkembang menjadi budaya positif yang melekat dalam kehidupan sekolah.
“Harapan kami, kebiasaan memilah dan mengelola sampah bisa terus tumbuh di lingkungan sekolah. Semoga Sakura juga menginspirasi sekolah-sekolah lain di Balangan untuk menghadirkan gerakan serupa demi menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.(AKHMAD SIDIK)



