PEMERINTAHAN

Soal Komplain Gangguan Aliran Air Perumahan Bogor Barat “Ranah” Direksi Tirta Kahuripan Pusat

BOGOR – Informasi adanya demo di Bogor Barat soal gangguan aliran disalah satu diperumahan layanan kantor Cabang PDAM Tirta Kahuripan dinilai tidak mendasar dan tidak tepat.

Elemen dan aktivitas Forum Kajian TARUNA,menyatakan sikap agar pihak pusat Perumda Tirta Kahuripan bertanggung jawab penuh atas layanan dan pengelolaan jaringan pipa transmisi dan distribusi.

“Demo masyarakat di kantor cabang wilayah Bogor Barat Perumda Tirta PDAM Kahuripan tu amat disayangkan jika tidak tepat dan benar .

Ada ranah dan kewenangan dalam penanganan tugas dan kewajiban untuk tranmisi dan distribusi air minum diperumahan yang diemban diperusahaan Tirta Kahuripan kabupaten Bogor.

Dari observasi yang kami telah lakukan berupa analisa dan kajian dari data dan informasi bahwa ada Kewenangan Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mencakup pengelolaan operasional perusahaan, penetapan kebijakan mitigasi gangguan, serta perbaikan infrastruktur pelayanan air.

Berdasarkan regulasi dan tata kelola BUMD, penanganan gangguan pengaliran air di wilayah seperti Bogor Barat berada di bawah kewenangan teknis dan manajerial Direksi.

Dimana ruang Lingkup Kewenangan pada struktur Direksi dalam pengambilan Keputusan Operasional itu disetiap kantor Cabang berlaku mutlak.

Seperti menentukan jadwal perbaikan pipa, perawatan instalasi pengolahan, serta normalisasi jaringan.

Juga hal Mitigasi dan Penanganan Darurat seperti Kordinasikan distribusi bantuan air bersih darurat menggunakan armada mobil tangki ke wilayah terdampak.

Harus pula ditunjang Komunikasi Publik dan Pelayanan Pelanggan semisal mengeluarkan pengumuman resmi gangguan melalui saluran informasi seperti Tirta Kahuripan Official Instagram dan Tirta Kahuripan Official Reels.

Juga pihak Direksi Tirta Kahuripan memiliki kebijakan Strategis Jangka Panjang semisal Menjalankan program konservasi sumber mata air dan peningkatan jaringan pipa” ungkap dia.

Disamping itu aktifis dan Pengamat pemerintah itu meminta semua pihak mawas diri.

“Masyarakat awam dan mereka wajar tidak tahu siapa pihak yang berwenang atas komplain para pelanggan dari Grandsutra.

Saat ini kondisi instalasi pengolahan air, baik di leuwiliang maupun cibungbulang memang faktor alami dimusim kemarau.

Memang ada hal subtansial yakni instalasinya ga pernah serius diperbaiki, sementara instalasi itu di bawah manajer produksi di kantor pusat” papar Bahar Batubaja,SH pada media ,Selasa (4/8).

(AB)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *