Sering Terjadi Kecelakaan, Jalan Maut Korin Klapanunggal Perlu Perhatian Pemerintah

BOGOR – Jalan di kawasan Korin, Desa Klapanunggal, kembali mengalami Kecelakaan Kendaraan Berat, yang tidak kuat menanjak. Sebuah truk pengangkut pupuk mengalami kecelakaan parah pada Salasa pagi, 01 Juli 2025, akibat tidak mampu menanjak di jalur yang terjal sekaligus berbelok tajam. Kecelakaan ini menjadi rentetan insiden tragis yang kerap terjadi di jalan tersebut, terutama bagi kendaraan besar dan berat.
Kondisi medan jalan yang menanjak curam dari arah jalan provinsi menuju ke dalam kawasan Desa Klapanunggal, tepatnya di wilayah Korin, menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain tanjakan tinggi, posisi jalan yang langsung menikung memperparah risiko kendaraan terguling atau kehilangan kendali. Tidak sedikit kendaraan berat yang mengalami terperosot, tidak kuat menanjak di titik tersebut.

“Ini bukan pertama kalinya. Sudah berkali-kali kendaraan berat seperti truk terguling atau tidak kuat menanjak, dan semuanya terjadi di titik jalan maut itu,” ujar Herman, Ketua RT 003 setempat, yang turut menangani kejadian kecelakaan pagi ini.
Menurut Herman, setiap insiden selalu ditangani secara mandiri oleh pengurus lingkungan, dalam hal ini Ketua RW 001 Dayat dan dirinya sebagai Ketua RT 003. Mereka merasa terpinggirkan karena tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan ataupun penanganan resmi dari pihak-pihak yang berwenang, termasuk Paguyuban Kawasan Pabrik Korin yang mengelola aktivitas di sekitar lokasi jalan tersebut.
Kebingungan soal status kepemilikan jalan pun sempat terjadi. Ketua RW 001 Dayat mengaku semula mengira bahwa jalur yang dimaksud merupakan bagian dari kawasan industri pabrik Korin. Namun, dalam klarifikasi bersama wartawan Tipikor Investigasi dan perwakilan dari Dishub Dapospam Gunung Putri – Klapanunggal, Adi Maryadi, Bahwa pihak Paguyuban Korin menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan jalan milik Desa Klapanunggal.
“Saya benar-benar terkejut saat mendengar bahwa itu masuk wilayah Jalan Desa. Selama ini kami kira itu milik kawasan pabrik, makanya tidak pernah kami campuri. Ternyata kami sebagai pengurus lingkungan pun tidak pernah diajak bicara jika ada pengerjaan jalan, apalagi perbaikan,” ungkap Dayat.
Sejak beberapa tahun terakhir, jalan Korin telah menjadi momok bagi pengendara, khususnya truk dan kendaraan besar yang kerap keluar-masuk membawa barang dari dan ke kawasan industri. Tidak adanya marka jalan, sistem pengaman, ataupun rambu peringatan di lokasi tanjakan-belokan tersebut memperbesar potensi kecelakaan.

Ironisnya, selama ini Paguyuban Pabrik Korin dinilai tidak pernah melakukan koordinasi atau mengambil inisiatif untuk memperbaiki atau mengatur lalu lintas kendaraan besar di jalur tersebut.
“Jangan sampai kita hanya saling melempar tanggung jawab. Faktanya, nyawa melayang, warga trauma, kendaraan rusak. Ini bukan lagi soal siapa punya jalan, tapi siapa yang mau bertindak,” ujar seorang warga RT 003.
Situasi yang terus berulang ini akhirnya mendorong masyarakat mendesak Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Gonon, untuk turun tangan langsung dan memanggil para pengusaha pabrik yang memanfaatkan jalur tersebut.
Langkah awal yang diharapkan adalah musyawarah terbuka antara pemerintah desa, pengurus RT-RW, serta pihak pengelola kawasan industri Korin, untuk merumuskan solusi jangka panjang. Ketua RW 001 Dayat telah mengusulkan agar jalan maut tersebut dirubah jalurnya menjadi lebih lurus dan landai, sehingga kendaraan berat tidak perlu lagi menanjak dalam kondisi menikung tajam.
“Kalau jalan bisa diluruskan, truk bisa langsung keluar atau masuk tanpa harus kehilangan tenaga saat menanjak. Itu solusi terbaik untuk jangka panjang,” kata Dayat.
Selain itu, warga juga berharap agar pemerintah desa klapanunggal segera melakukan:
- Pengukuran dan perencanaan teknis ulang jalur Korin.
- Pemasangan rambu dan pembatas jalan di area rawan kecelakaan.
- Koordinasi intensif dengan Dishub dan pihak kawasan industri Korin.
- Transparansi dalam proyek pengaspalan atau pembangunan jalan, agar RT 003 dan RW 001 tidak dikecualikan.
Kecelakaan demi kecelakaan di jalur ini sudah terlalu sering, dan masyarakat tidak ingin hanya diberi janji. Mereka ingin melihat aksi nyata dari pemerintah desa dan pihak-pihak terkait untuk segera menanggulangi masalah ini, sebelum lebih banyak nyawa melayang.
Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, diminta menunjukkan kepemimpinannya dalam situasi darurat ini. Sebab, jalan yang dimaksud kini menjadi jalur vital, tak hanya bagi kendaraan industri, tapi juga masyarakat umum.
“Kami mohon Pak Kades segera panggil para pengusaha pabrik. Duduk bersama. Jangan tunggu korban jiwa berikutnya,” tegas warga.(Agung DS)



