RAGAM

Sekjen LSM ARMI : Efek & Dampak Marwah DPRD Kabupaten Bogor Goncang, Walau Oknum Anggota DPRD Vs Anaknya Berdamai

BOGOR – Dampak atas nama baik atau marwah anggota DPRD Kabupaten Bogor seakan gonyang ketika merebak atau Viral Kasus yang muncul pada Candra Kusuma, anggota DPRD Kabupaten Bogor karena dugaan penelantaran anak dan istri,bahkan telah menjalani sidang etik di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jawa Barat, pada Jumat (8/11/2024) kemarin .

Komentar warga Bogor juga aktifis LSM ARMI ( analis Riset Monitoring Indonesia) bung Gustapol Maher meminta kepada semua elemen penyelenggara pemerintahan daerah dapat taat dan tertib hukum ,jika perlu mundur secara terhormat jika tidak bisa menjaga sikap perilaku dan moral .

” Ini bukan perkara maaf dan dimaafkan secara pribadi saja.

Ada dampak hukum pada Anggota dewan tersebut .

Sebab jelas urusan ini menyangkut Marwah atau nama baik lembaga pemerintah karena yang disebut pada medsos adalah Anggota DPRD .

Terlepas atas sanski atau keputusan partai dia,masyarkat kabupaten Bogor termasuk saya berpendapat kecewa dan amat miris.

Sebab tidak ada asap tanpa adanya api.

Artinya perdamaian atau istilah islah bagi ayah dan anak dalam keluarga itu Syah dan bisa berkekuatan dasar kesepakatan.

Tapi soal penyelengara pemerintahan atau negara ada azas tertib dan taat hukum.

Nah hal ini yang menjadi landasan dasar pemikiran dan analisanya apakah bisa setelah tujuan anak itu mendapatkan haknya kemudian kasus atas perlakuan dan perbuatan oknum anggota dewan ini menjadi gugur dan bisa menetralkan opini pada publik Masyarakat kabupaten Bogor .

Dasar logika sederhana pada umum warga berpendapat ngurus diri sendiri saja dan keluarga ga becus apalagi ngurus dan mewakili masyarkat sekabupaten Bogor yang jumlahnya puluhan juta jiwa” tegas Bung Gustapol pada media,Sabtu (9/11).

Diketahui pula kemarin sang oknum dewan ini memberikan klarifikasi pada media.

“Saya menjalani klarifikasi dan sidang etik di DPC Partai Demokrat Kanupaten Bogor.

Nanti partai yang akan umumkan hasilnya,” kata Candra di Cibinong, Jumat (8/11/2024).

Dia mengaku sudah melakukan klarifikasi terkait dugaan penelantaran terhadap anak dan istrinya yang tinggal di Surabaya.

“Alhamdulilah, saya sudah ketemu sama keluarga di Surabaya. Intinya semuanya sudah selesai secara kekeluargaan,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor ini menjelaskan anaknya sudah menjelaskan persoalan ini ke Dewan Kehormatan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor melalui video call.

“Persoalan ini sudah selesai. Tadi pagi putri saya sudah keluarkan statemen baru di akun X bahwa permasalahannya sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi,” beber Candra.

Dia mengungkapkan keluarganya sudah rukun kembali karena ini hanya masalah kesalahpahaman.

“Saya menyesal terjadinya peristiwa ini karena ini sebenarnya masalah privat dalam keluarga. Tetapi ini akan menjadi pelajaran buat saya,” tutur Candra.

Candra menegaskan tidak pernah menelantarkan anak dan istri sebagaimana cuitan sang putri di akun media sosial X.

“Saya masih kirim uang setiap bulan untuk biaya hidup keluarga dan biaya kuliah anak-anak saya di Surabaya,” tandasnya.

Sebagai informasi, berita tentang anggota DPRD Kabupaten Bogor yang diduga menelantarkan anak viral di media sosial X pada Senin (4/11/2024).

Berita viral ini bermula dari cuitan akun @nitaainir yang mengaku sebagai putri Candra Kusuma.

Dalam unggahannya, ia mengungkap dugaan perselingkuhan ayahnya dengan seorang perempuan lain.

Dalam unggahannya, @nitaainir menandai akun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, dengan tulisan:

“Rasanya sakit melihat ini. Setiap kali ibu saya menggandeng ayah, wajahnya terlihat tidak nyaman. Namun, saat bersama wanita ini, ia terlihat bahagia. Tolong Pak @jansen_jsp, saya hanya seorang anak yang ingin keluarganya bahagia,” tulis @nitaainir.

Dalam unggahan berikutnya, @nitaainir semakin tegas dengan memperlihatkan wajah Candra Kusuma.

Ia menyatakan bahwa perselingkuhan itu sudah berlangsung selama 14 tahun. Bahkan, wanita yang diduga selingkuhan CK, yang berinisial HH, turut ditampilkan di foto, mengenakan seragam Partai Demokrat.

“Saya hanya seorang anak yang ingin keluarga saya bahagia,” tulis akun X @nitaainir.

Postingan ini sudah dihapus oleh @nitaainir.

Dalam postingan lanjutan pada Jumat (8/11/2024), dia mengungkapkan persoalan ini sudah diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan.

“Kepada semua teman-teman medsos atau netizen, sebagai klarifikasi lagi bahwa ayah saya Candra anggota DPRD Kabupaten Bogor tidak bersalah dan ayah yang baik, saya saja yang salah dan kurang informasi dan untuk itu semua permasalahan ini audah selesai,” cuit@nitaainir pada Jumat (8/11/2024)

Dari narasinya itu yang disampaikan yakni,…tolong jangan diperpanjang lagi demi menjaga nama baik ayah saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor serta menjaga marwah Partai Demokrat. Mohon maaf atas kegaduhan dan kesalahpahaman dari keluarga kami. Saya sangat meminta maaf @PDemokrat,tulis dia,akun @nitaainir.

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *