RAGAM

Rapat Roadshow Antikorupsi 2026 di Klapanunggal

Camat Tegaskan Dana Desa Bukan Untuk Dikomersialkan

BOGOR – Komitmen pemberantasan korupsi di tingkat desa kembali ditegaskan dalam kegiatan “Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026” yang digelar di Aula Kecamatan Klapanunggal, Selasa (14/04/2026). Kegiatan ini menghadirkan Tim Penyuluhan Antikorupsi dari Tim Inspektorat Kab. Bogor, khususnya Irban V, bersama jajaran Forkopimcam, kepala desa, BPD, hingga perangkat desa se-Kecamatan Klapanunggal.

Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Camat Klapanunggal, Galuh Sri Wahyuni, S.STP., M.Si. didampingi Sekretaris Camat Iwan Setiawan, S.STP., M.Si. serta Kasie Satpol PP Tertib Atma YS. Hadir pula seluruh kepala desa, staf desa, serta unsur kelembagaan desa lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Galuh Sri Wahyuni menyampaikan pesan tegas dan penuh penekanan kepada seluruh kepala desa agar tidak bermain-main dengan anggaran dana desa.

“Saya mengingatkan dengan sangat kepada para kepala desa, setiap anggaran harus sesuai dengan program Kabupaten Bogor dan desa masing-masing. Jangan ada penyimpangan, apalagi korupsi. Dana desa saat ini berkurang, jadi harus digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya dengan nada serius.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Tim Penyuluhan Antikorupsi dari Tim Inspektorat Kab. Bogor, khususnya Irban V. menekankan bahwa potensi penyimpangan dana desa dapat ditekan melalui pengawasan yang kuat dan berlapis.

Dalam paparannya, Tim Inspektorat Kab. Bogor, khususnya Irban V. menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga harus melibatkan pemerintah kecamatan, kabupaten, serta instansi terkait lainnya.

“Penggunaan anggaran desa harus tepat sasaran. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada celah penyalahgunaan,” ujar perwakilan tim penyuluhan.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mendalam terkait praktik-praktik yang berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan pemerintahan desa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif akan bahaya korupsi yang dapat merusak pembangunan desa. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

Dengan digelarnya roadshow ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Klapanunggal mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang jujur dan bertanggung jawab.(ADS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *