Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua

LAMPUNG BARAT — Sebanyak 1.048 setel seragam sekolah gratis dibagikan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada siswa di Kecamatan Sukau dan Lumbok Seminung, Senin 7 September 2026.
Pembagian dilakukan langsung Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus – Mad Hasnurin di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung untuk 355 siswa, dan di SMP Negeri 1 Sukau untuk 693 siswa. Setiap anak menerima tiga jenis seragam putih-merah, Pramuka, dan batik.
Salah satu wali murid di Lumbok Seminung, Suryadi, merasakan dampaknya. Menurutnya bantuan ini memangkas pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sekolah.
“Sebagai orang tua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, khususnya Bapak Bupati. Bantuan ini sangat membantu kami karena dapat meringankan beban sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin semangat belajar di sekolah,” ujar Suryadi.
Selain soal ekonomi, Suryadi menilai seragam baru juga berdampak ke anak. Siswa jadi lebih percaya diri dan semangat ke sekolah,” terangnya.

Terpisah, Meliana wali murid Kecamatan Sukau menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, pemberian seragam gratis sangat membantu orang tua karena harga perlengkapan sekolah yang harus dibeli untuk anak cukup besar jika ditanggung sendiri.
la berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan bila memungkinkan diperluas ke kebutuhan sekolah lainnya.
“Terima kasih atas pembagian seragam gratis ini kepada putra-putri kami di Kecamatan Sukau. Kalau harus membeli sendiri tentu biayanya cukup mahal,” ujar Meliana.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat mengatakan program ini bukan hal baru. Parosil menyebut ini kelanjutan kebijakan periode pertamanya. Bedanya, jumlah bantuan dinaikkan setelah ada evaluasi dan masukan orang tua.
“Pada periode sebelumnya ada seragam gratis satu setel dan tas. Setelah kita evaluasi di lapangan, orang tua menginginkan seragam gratis tetap diberikan sebanyak tiga setel, yaitu putih-merah, Pramuka dan batik berikut alat tulis,” kata Parosil.
Bupati Lampung Barat beralasan, ketiga jenis itu memang seragam wajib yang dipakai siswa setiap minggu. Jika diberikan sekaligus, orang tua tidak perlu lagi menambah anggaran untuk membeli sendiri.
Parosil juga menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui pembagian seragam tahun ini terlambat. Seharusnya seragam sudah diterima siswa di awal tahun ajaran, bukan awal September.
“Persoalan keterlambatan pembagian karena pengadaannya cukup banyak. Tetapi saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pembagian seragam gratis ini bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ia memerintahkan Dinas Pendidikan mengevaluasi total proses pengadaan dan distribusi. Tujuannya agar tahun depan bantuan bisa sampai ke sekolah sebelum siswa membutuhkan.
Menurut Parosil, program pendidikan tidak bisa hanya dirancang dari kantor. Masukan orang tua di lapangan harus jadi acuan penyempurnaan kebijakan. (DELPAN)



