RAGAM

Pembangunan Jalan Desa di Kawasan Industri Klapanunggal Ditargetkan Mulai Awal Oktober 2026

Kades Gonon Tekankan Transparansi dan Satu Pintu Kontribusi Pengusaha

BOGOR — Jalan Kampung Cibugis, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian Pemerintah Desa Klapanunggal. Jalan yang berada di tengah kawasan industri dan aktivitas pabrik itu direncanakan segera dibangun dengan konstruksi beton.

Namun, pembangunan jalan tersebut tidak hanya berbicara tentang beton, alat berat, dan anggaran.

Ada kepentingan masyarakat, aktivitas industri, mobilitas kendaraan, hingga kontribusi perusahaan yang berada di sepanjang kawasan jalan desa tersebut.

Untuk membahas seluruh persoalan itu, Pemerintah Desa Klapanunggal menggelar rapat sosialisasi pembangunan jalan betonisasi bersama para pengusaha dan perwakilan pabrik yang terdampak pembangunan.

Pertemuan digelar di Aula Kantor Desa Klapanunggal, Jumat (25/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Kades Gonon.

Pembangunan jalan Kampung Cibugis tersebut direncanakan menggunakan program Bantuan Keuangan (Bankeu) dengan nilai pembangunan sekitar Rp415 juta.

Sesuai RAB yang telah disusun, pekerjaan betonisasi direncanakan memiliki ketebalan 0,35 meter, lebar 5 meter, dan panjang 215 meter.

Pekerjaan akan dilaksanakan dalam dua tahap sesuai dengan RAB.

Namun, Pemerintah Desa Klapanunggal melihat masih terdapat kebutuhan pelebaran jalan.

Target yang diharapkan adalah jalan memiliki lebar 7 meter.

Artinya, terdapat kekurangan sekitar 2 meter yang direncanakan dapat dikerjakan melalui kontribusi atau swadaya dari para perusahaan dan pabrik yang berada di kawasan tersebut.

Persoalan itulah yang menjadi salah satu alasan Kades Gonon mengundang para pengusaha.

Bukan untuk memaksa perusahaan, tetapi untuk membicarakan secara terbuka bagaimana pembangunan jalan desa di kawasan industri tersebut dapat berjalan secara maksimal.

Kades Gonon menegaskan, sebelum pembangunan dimulai, seluruh persoalan terkait kontribusi perusahaan perlu dibicarakan bersama.

Menurutnya, sebelumnya sudah ada sejumlah perusahaan yang menyatakan keinginan untuk ikut memberikan kontribusi.

Namun, kontribusi tersebut untuk sementara ditahan agar tidak berjalan sendiri-sendiri sebelum ada kesepakatan bersama.

“Sebelumnya memang sudah ada yang mau ikut berkontribusi. Tetapi saya tahan dulu. Kita harus duduk bersama, kita musyawarahkan, dan harus satu pintu. Jangan sampai ada kontribusi yang berjalan sendiri-sendiri,” tegas Kades Gonon.

Ia mengatakan, Pemerintah Desa juga telah menyiapkan RAB untuk kebutuhan kekurangan pembangunan dua meter tersebut.

Dengan demikian, kebutuhan pembangunan dapat diketahui secara jelas dan kontribusi perusahaan dapat dibicarakan berdasarkan kebutuhan yang nyata.

“Kita sudah buat RAB untuk kekurangannya. Jadi semuanya harus transparan. Pengusaha tahu kebutuhannya berapa, pekerjaannya apa, dan kontribusinya untuk apa,” ujarnya.

Kampung Cibugis memiliki posisi strategis.

Di satu sisi, jalan tersebut merupakan jalan desa yang digunakan masyarakat.

Di sisi lain, kawasan tersebut juga dipenuhi aktivitas industri dan pabrik.

Setiap hari, mobilitas kendaraan menjadi bagian dari denyut ekonomi kawasan.

Karena itu, pembangunan jalan bukan hanya berkaitan dengan kepentingan pemerintah desa, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Kades Gonon berharap pembangunan jalan yang lebih baik dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kawasan.

“Ini jalan desa, tetapi di kawasan ini banyak industri dan pabrik. Kalau jalannya bagus, akses masyarakat lancar, aktivitas perusahaan juga lancar. Harapannya ke depan semakin banyak investor yang masuk dan pertumbuhan Desa Klapanunggal semakin baik,” kata dia.

Pemerintah Desa Klapanunggal juga telah membahas dampak pembangunan terhadap lalu lintas kendaraan.

Selama proses betonisasi berlangsung, kendaraan kecil maupun truk tanggung direncanakan dapat dialihkan melalui jalan alternatif lewat Palat desa cikahuripan dan masuk ke Bahgogok.

Sementara kendaraan berat jenis tronton dapat menggunakan jalur alternatif Cocoganden bagian belakang menuju Kantor Kecamatan Klapanunggal.

Pengaturan tersebut diperlukan agar pembangunan jalan tidak sepenuhnya memutus aktivitas warga maupun kegiatan industri.

Pemerintah Desa menargetkan pekerjaan betonisasi mulai dilakukan awal Oktober 2026.

Pembangunan Jalan Kampung Cibugis menyimpan persoalan yang lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.

Ada kebutuhan masyarakat terhadap jalan yang layak.

Ada kepentingan perusahaan terhadap akses distribusi dan mobilitas kendaraan.

Ada pula kepentingan pemerintah desa untuk meningkatkan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pembangunan jalan tersebut membutuhkan komunikasi dan kesepahaman semua pihak.

Kades Gonon menegaskan, kontribusi dunia usaha harus ditempatkan sebagai bagian dari semangat gotong royong pembangunan desa, dengan mekanisme yang jelas dan transparan.

“Kita ingin pembangunan ini berjalan baik. Pemerintah desa sudah menyiapkan anggarannya. Kalau masih ada kekurangan untuk mencapai lebar yang kita harapkan, mari kita bicarakan bersama dengan para pengusaha. Yang penting transparan, jelas RAB-nya, dan disepakati bersama,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut nantinya tidak hanya mempermudah akses warga, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan dunia usaha.

Sebab, ketika jalan desa diperbaiki, yang bergerak bukan hanya kendaraan.

Masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik, aktivitas industri lebih lancar, dan peluang investasi baru diharapkan terbuka.

Kini, perhatian tertuju pada awal Oktober.

Saat alat berat mulai bekerja dan beton mulai dituangkan, masyarakat tentu akan menunggu satu hal penting:

apakah pembangunan Jalan Kampung Cibugis benar-benar mampu menjawab kebutuhan warga sekaligus menjadi pintu baru bagi pertumbuhan ekonomi Desa Klapanunggal?

Jawabannya bukan hanya pada tebal beton 0,35 sentimeter atau panjang jalan 215 meter.

Jawabannya juga terletak pada transparansi anggaran, keterbukaan kontribusi perusahaan, kualitas pekerjaan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *