Tapak Suci Borong Emas, Tim Tumbur Kuasai Kategori Dewasa di KONI Expo Lambar 2026

LAMPUNG BARAT – Persaingan sengit mewarnai arena pencak silat KONI Expo Lampung Barat 2026. Setelah para pesilat bertarung sejak babak awal hingga pertandingan terakhir, rangkaian kejuaraan resmi berakhir Selasa malam (22/9/2026) di GOR Aji Saka Sekuting.
Dari tiga kategori yang dipertandingkan, Perguruan Tapak Suci Lambar tampil mencolok dengan mendominasi kategori Pra Remaja dan Remaja, sementara Tim Tumbur berhasil mengunci posisi teratas pada kategori Dewasa.
Pertandingan tidak hanya menyajikan perebutan medali, tetapi juga memperlihatkan semangat, keberanian dan mental bertanding para pesilat muda Lampung Barat.
Ketua Panitia Pelaksana Cabor Pencak Silat KONI Expo Lambar 2026, Kenned Ifandy, mengatakan seluruh pertandingan berlangsung dengan semangat sportivitas.
“Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kejuaraan ini mampu menjadi tempat bagi atlet untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding dan mendapatkan pengalaman menghadapi kompetisi,” ujar Kenned, Rabu (23/9/2026).

Tapak Suci Dominasi Pra Remaja
Pada kategori Pra Remaja, Kontingen Perguruan Tapak Suci Lambar keluar sebagai juara umum dengan torehan luar biasa, yakni 15 medali, terdiri atas 10 emas dan 5 perak. Posisi berikutnya ditempati Pesilat Muda Academy dengan 6 medali, terdiri dari 5 emas dan 1 perak.
IPSI Pagar Dewa berada di posisi ketiga dengan 4 emas dan 2 perak.
Selanjutnya Persinas Asad mengoleksi 4 emas dan 1 perak, disusul IPSI Kebun Tebu dengan 3 emas dan 3 perak.
Sementara Perguruan Siliwangi meraih 2 emas dan 2 perak, IPSI Way Tenong 2 emas dan 1 perak, serta Tim Tumbur 1 emas dan 2 perak.
Dua kontingen lainnya, SH Squad dan Pagar Nusa, masing-masing mengoleksi 1 emas dan 1 perak.
Kembali Berjaya di Kategori Remaja
Dominasi Tapak Suci berlanjut pada kategori Remaja.
Kontingen Tapak Suci Lambar kembali menyabet gelar juara umum dengan koleksi 7 medali, terdiri dari 6 emas dan 1 perak.
“Ini tentu menjadi catatan positif bagi pembinaan atlet. Tetapi saya berharap para atlet tidak berhenti sampai di sini. Medali harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” kata Kenned.
Pesilat Muda Academy berada di posisi berikutnya dengan koleksi 13 medali, terdiri dari 3 emas, 3 perak dan 7 perunggu.
Kemudian SMA Bandar Negeri Suoh mengoleksi 7 medali, terdiri dari 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu.
Tim Tumbur mengantongi 6 medali, yakni 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.
Selanjutnya SMAN 1 Way Tenong meraih 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. IPSI Kebun Tebu memperoleh 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Sementara Persinas Asad dan Sukabumi Batu Brak masing-masing meraih 1 emas dan 1 perunggu.
IPSI Way Tenong mengoleksi 1 emas, sedangkan Pekon Sukajadi Kecamatan Air Hitam meraih 1 perak dan 2 perunggu.
Tim Tumbur Tampil Teratas di Kategori Dewasa
Persaingan kategori Dewasa menghadirkan hasil berbeda.
Tim Tumbur berhasil menjadi juara umum setelah mengumpulkan 5 medali, terdiri dari 3 emas dan 2 perak.
Posisi kedua ditempati PSM 892 dengan 6 medali, yakni 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu.
Sementara Pesilat Muda Academy mengoleksi medali terbanyak secara jumlah, yakni 16 medali, terdiri dari 2 emas, 5 perak dan 9 perunggu.
Selanjutnya Persinas Asad meraih 2 emas.
SMAN 1 Bandar Negeri Suoh mengoleksi 1 emas dan 1 perunggu, disusul Tapak Suci Lambar dengan raihan yang sama.
Pagar Nusa Sekincau dan SMAN 1 Sumber Jaya masing-masing mengoleksi 1 emas.
Sedangkan IPSI Sumber Jaya mengumpulkan 2 perak dan 1 perunggu. Posisi terakhir ditempati Pagar Nusa dengan 1 medali perak.
“Medali Bukan Akhir Perjalanan”
Pada penutupan Cabor Pencak Silat, hadir Ketua Harian KONI Lampung Barat Padang Prio Utomo, Sekretaris KONI Vicky Andreas Fiqrulloh, Wakil Ketua I KONI Iwan Setiawan, serta Sekretaris Panitia KONI Expo Lambar Basuki Rahmat.
Ketua Panitia Pelaksana Cabor Pencak Silat Kenned Ifandy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, wasit, juri dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan.
“Medali bukan akhir dari perjalanan seorang pesilat. Medali adalah pengingat bahwa masih ada target yang lebih tinggi yang harus dikejar. Yang hari ini menang harus terus berlatih, yang belum berhasil jangan menyerah. Karena setiap pertandingan selalu memberikan pelajaran untuk menjadi lebih baik.”
Kenned menegaskan, KONI Expo bukan sekadar arena untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga prestasi di Lampung Barat.
“Dari arena seperti inilah kita bisa melihat potensi-potensi baru. Mereka membutuhkan kompetisi, pengalaman dan pembinaan yang berkelanjutan. Mudah-mudahan dari sini lahir pesilat-pesilat Lampung Barat yang mampu berbicara bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Padang Prio: Jangan Cepat Puas dengan Prestasi
Sementara itu, Ketua Harian KONI Lampung Barat Padang Prio Utomo memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, kompetisi seperti KONI Expo memiliki arti penting karena menjadi salah satu sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet.
“Bagi yang mendapatkan medali, jangan cepat puas. Jadikan ini motivasi untuk meningkatkan prestasi. Bagi yang belum mendapatkan medali, jangan berkecil hati. Kekalahan bukan akhir, tetapi bagian dari proses untuk menjadi atlet yang lebih baik.”
Padang juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin latihan dan mental bertanding.
“Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Prestasi lahir dari latihan yang panjang, kedisiplinan, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.”
Ia berharap seluruh perguruan dan pembina pencak silat di Lampung Barat terus bersinergi dalam membina atlet-atlet muda.
Dengan berakhirnya pertandingan pencak silat pada Selasa malam, satu lagi rangkaian kompetisi KONI Expo Lampung Barat 2026 berhasil dituntaskan.
Arena GOR Aji Saka Sekuting pun menjadi saksi lahirnya para juara baru—namun bagi para pesilat, perjalanan sesungguhnya justru baru dimulai setelah medali dikalungkan. (DELPAN)



