RAGAM

Empat Ibu Hamil dan 11 Balita Jadi Sasaran PMT

Dapat Beras, Telur, Ayam hingga Biskuit Dibagikan untuk Perkuat Asupan Gizi dan Cegah Stunting

BOGOR — Di balik pintu rumah-rumah warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, terdapat persoalan yang tak selalu terlihat: kebutuhan gizi ibu hamil dan balita.

Persoalan itu menjadi perhatian Pemerintah Desa Klapanunggal melalui program Gerakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita.

Sebanyak 15 paket makanan tambahan dibagikan kepada penerima manfaat. Rinciannya, empat paket untuk ibu hamil dan 11 paket untuk balita.

Paket tersebut berisi bahan pangan berupa beras, telur, ayam, dan biskuit.

Kegiatan yang digelar di depan teras Kantor Desa Klapanunggal itu dilaksanakan oleh tiga Kader Pembangunan Manusia (KPM), yakni Desti, Siti Zainab, dan Sabnah, Jum,at, (25/9/2026).

Program tersebut merupakan hasil rembuk stunting Desa Klapanunggal dan menggunakan Dana Desa.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang dikenal dengan sapaan Kades Gonon.

Bagi Pemerintah Desa Klapanunggal, pemberian makanan tambahan tidak seharusnya dipandang sekadar kegiatan seremonial atau pembagian paket bahan pangan.

Ada persoalan kesehatan ibu dan anak yang harus dijaga sejak awal.

Kades Gonon menegaskan, perhatian terhadap ibu hamil harus dilakukan sebelum persoalan gizi berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika ibu atau anak sudah jatuh sakit. Pemenuhan gizi harus diperhatikan sejak ibu mengandung, karena kesehatan ibu sangat berkaitan dengan kesehatan bayi yang akan dilahirkan,” ujar Kades Gonon.

Menurutnya, makanan tambahan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan protein bagi ibu hamil yang membutuhkan tambahan asupan.

“Kami ingin ibu hamil mendapatkan masukan gizi dan protein yang lebih baik. Harapannya, kehamilan dapat berjalan dengan baik, proses persalinan lancar, dan ibu serta bayinya selamat,” katanya.

Perhatian tidak berhenti pada masa kehamilan.

Sebanyak 11 balita juga menjadi penerima paket makanan tambahan.

Kades Gonon mengatakan, pemenuhan protein dan makanan bergizi bagi balita menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Mereka harus mendapatkan makanan yang bergizi dan protein yang cukup agar pertumbuhannya lebih kuat dan kesehatan mereka tetap terjaga,” kata dia.

Ia berharap pemberian makanan tambahan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung tumbuh kembang balita sekaligus memperkuat pencegahan stunting di Desa Klapanunggal.

Program ini juga memperlihatkan bagaimana anggaran desa diarahkan untuk kebutuhan masyarakat yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Dana Desa yang digunakan melalui program hasil rembuk stunting tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Namun, pembagian 15 paket bukanlah akhir dari persoalan.

Pemenuhan gizi ibu hamil dan balita membutuhkan kesinambungan. Bantuan makanan hanya salah satu bagian dari upaya yang lebih luas, sementara pemantauan kesehatan, edukasi keluarga, pemeriksaan kehamilan, pola asuh, serta akses terhadap layanan kesehatan tetap diperlukan.

Di titik inilah peran KPM menjadi penting.

Desti, Siti Zainab, dan Sabnah ikut memastikan program pemberian makanan tambahan tersebut dapat berjalan dan menyasar penerima manfaat yang telah ditentukan.

Kades Gonon menegaskan bahwa perhatian kepada ibu hamil dan balita tidak boleh berhenti pada angka penerima bantuan.

Baginya, setiap ibu hamil dan anak memiliki persoalan serta kebutuhan masing-masing yang harus diperhatikan.

“Bagi kami, ibu hamil dan balita bukan sekadar angka dalam data. Mereka adalah warga kita yang harus dijaga. Kalau sejak awal gizinya kita perhatikan, kita sedang mempersiapkan generasi Klapanunggal yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, khususnya keluarga, untuk tidak menganggap remeh persoalan gizi.

Sebab, masa depan seorang anak tidak hanya ditentukan ketika mereka sudah besar.

Masa depan itu dimulai sejak berada di dalam kandungan.

Dan dari Kantor Desa Klapanunggal, pesan tersebut kembali ditegaskan: pencegahan stunting harus dimulai sebelum terlambat.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *