PEMERINTAHAN

Kinerja Sekda Kabupaten Bogor Mulai Disorot, Minta Dievaluasi Bupati

BOGOR – Dari informasi yang dihimpun media dilapangan.

Serta rekam jejak, sejak dilantik dan ditetapkan
Ajat Rochmat Jatnika Resmi Sebagai Sekda Definitif Kabupaten Bogor,yang memegang Nahkoda Baru Birokrasi di Bumi Tegar Beriman terdapat catatan penting untuk diketahui publik.

Dimana,saat itu
Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri resmi melakukan pengambilan sumpah janji dan jabatan Sekretaris Daerah Definitif terhadap Ajat Rochmat Jatnika menggantikan jabatan Pj. Sekda Kabupaten Bogor, Suryanto Putra yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong pada tanggal 11 Oktober 2024.

Elemen AMBS ( Aliansi Masyarakat Bogor Selatan,Azet Basuni berkomentar agar ada evaluasi atas kinerja Sekda Kabupaten Bogor oleh Bupati.

“Kami melihat dan melakukan analisa atas aspek kinerja Sekda Kabupaten saat ini dinilai menurun.

Sebab ada berapa arahan dan kebijakan Bupati yang tidak dijabarkan dalam praktek dan pelaksanaan dimasyarakat secara utuh dan menyeluruh bahkan hanya cenderung memihak pihak tertentu saja.

Untuk program penghijauan dan hutan kota sebagaimana arahan dan petunjuk bupati saat itu agar berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sekda telah dilakukan jauh hari.

Dan kami telah lama memberikan konsep dan Langkan program penanganan dampak kritis kawasan puncak melalui program hutan kota dan Penghijauan pohon dari bulan Juli hingga kini setelah proposal diajukan tidak ada kabar beritanya lagi” ujar Azet Basuni ,Sekjen AMBS.

Sementara itu aktifis lingkungan dan pertanian kecamatan Cigombong pun bernada sama.

“Kami selaku elemen masyarakat dan aktifis lingkungan merasa kecewa atas kinerja Sekda Kabupaten Bogor.

Padahal jelas adanya Rakor di pendopo tanggal 15 juli oleh Bupati dan sekda atas program penghijauan dan hutan kota itu untuk direalisasikan.

Dan adanya arahan
dan disarankan oleh Bupati untuk berkoordinasi dan menyampaikan program kegiatan ke Sekda tidak dibalas dan digubris” ujar DW.

“Cuman sekdanya,ngak nganggap kita ya pak.

Berkali-kami hubungi dengan WhatsApp tidak pernah dibalas padahal kita ingin turut serta membantu pemerintah daerah dalam program pembangunan masyarakat terutama lingkungan hidup dan pemberdayaan petani.

Bahkan sekda mah saya juga ga pernah di anggap jadi percuma.

Padahal harus nya dari awal-awalnya di gantinya” tegas DW pada media ,Selasa (7/10).

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *