Karyawan Perumda Kota Bogor Jadi Korban Pembacokan, Pemerhati & Aktifis Minta Kepastian Hukum

BOGOR – Kali ini kembali terjadi aksi kriminalitas diwilayah Hukum Polresta Bogor.
Dimana Korban mengalami kekerasan bahkan luka dibagian kepala hingga harus menjalani operasi di salah satu Rumah Sakit Dibilangan Bogor Timur .
Dari sumber yang dihimpun kejadian diketahui dialami RS, karyawan Perumda Kota Bogor setelah pulang dari bekerja pada Sabtu Malam (29/6) atau Minggu dini hari sekira ( 30/6) dilokasi kejadian sekitar Gang Aut,Kelurahan Gudang – Compok ,Bogor Tengah .
Komentar aktifis Kota Bogor ,Dian Nugraha agar peristiwa Pembacokan ini minta diungkap dan diusut aparat Hukum .
“Jelas ini kriminal murni artinya bukan delik aduan lagi.
Saat peristiwa ini diketahui bahkan sudah ditangani aparat kepolisian tentu harus jelas duduk perkaranya dan terang benerang baik motif dan pelakunya untuk didalami dan diungkap .
Jangan dibiarkan tindakan kriminal merajalela di Kota Bogor kami mendukung dan mendorong kasus ini diungakap aparat kepolisian Resot Kota Bogor atau Kapolresta ” kata Dian Nugraha.
Hal lainnya dikatakan dia,
Perhatian dari Pemerintah Kota Bogor dan stakeholder lain pun menjadi sorotan karena dinilai tidak cukup efektif dalam menangani maraknya aksi kejahatan ataupun tawuran dan aksi geng Motor.
“Kami menyoroti peran pemerintah, stakeholder termasuk peran aparat hukum.
Harus ada azas kepastian Hukum di Kota Bogor , tindakan yang bukan saja bersifat pencegahan namun juga memberikan efek jera bagi pelaku termasuk yang menimpa karyawan Perumda ini”ujarnya.
Selain itu perlu piranti CCTV ditiap sudut Kota Bogor juga Penerangan Jalan Umum yang membuat kawasan tertentu tersebut rawan menjadi tempat tawuran dan kriminal.
“Di Kota Bogor itu seharusnya terkontrol dengan piranti CCTV agar makin mudah saat antisipasi Tingkat kejahatan dan kriminalitas sebab Bogor Kota bukan wilayah hutan belantara ada gunung atau lembah seperti kabupaten Bogor.
Minimal ada spot CCTV yang juga diketahui terpasang tiap sudut Kota Bogor .
Artinya jika ada kejadian seperti Korban pembacokan karyawan Perumda bisa langsung ditangani pihak Hukum tanpa harus ditanya lagi mana berkas laporanya segala” papar Dian.
Selain itu ,ada pula Sisi Kota Bogor yang
gelap gulita, yang dipastikan menjadi momentum oknum atau pelaku kriminal beraksi dengan perbuatan-perbuatan seperti salah satunya tawuran dan atau aksi kejahatan lainnya ” imbuhnya.
Dirinya mendorong pihqk Pemkot atau PUPR segera melakukan penanganan pada Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum)-nya supaya dapat kembali dipergunakan dengan semestinya.
“Fasilitas Sosial dan untuk yang seharusnya diperdayakan atau, diperuntukan dengan semestinya seperti PJU, dan CCTV melihat lokasi itu sangat berbahaya jika PJU mati dibiarkan saja, bisa disalahgunakan juga jika ada CCTV mencegah pelaku untuk berpikir karena ada alat pengawasan ” tuturnya .
(Red03)



