Kades Klapanunggal dan Cikahuripan Kolaborasi Atasi Banjir

BOGOR – Langkah cepat dan tegas dilakukan dua Kepala Desa, Ade Endang Saripudin (Klapanunggal) dan Andi Upi (Cikahuripan), dalam menindaklanjuti peristiwa banjir besar yang melanda sejumlah perumahan di wilayah Desa Cikahuripan, termasuk Mega Residence dan Pesona Harmoni 9
Dalam pertemuan mendadak namun produktif yang berlangsung pada Minggu, 13 Juli 2025, kedua Kades turun langsung bersama warga Perumahan Rinjani dan Mega Residence. Turut hadir aparat keamanan wilayah, seperti Bhabinkamtibmas Amir dan Babinsa Pujiono, serta Perangkat RT dan RW kedua Perumahan Rinjani serta Mega Residence guna mendukung upaya teknis dan pengamanan wilayah.

Fokus utama pertemuan adalah untuk meninjau dua titik kritis aliran Kali Cibarengkok, tempat yang kerap menjadi pemicu luapan air saat hujan deras, akibat sumbatan dan penyempitan saluran. Kedua kepala desa sepakat untuk melakukan normalisasi besar-besaran terhadap kali tersebut.
“Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Besok, Senin 14 Juli 2025, alat berat akan langsung diturunkan untuk pengerukan lumpur, pelebaran aliran, pemangkasan pohon liar, serta pemasangan penahan air di titik-titik rawan banjir,” tegas Kades Klapanunggal Ade Endang Saripudin.

Sementara itu, Kades Cikahuripan Andi Upi memastikan bahwa pihaknya akan mengerahkan alat berat berupa bekko dari desa cikahuripan, serta menginstruksikan warga Mega Residence yang mendirikan bangunan di sempadan kali untuk segera membongkar bangunan liar tersebut.
“Jangan sampai pembangunan liar di atas aliran air justru menjadi pemicu musibah. Kami juga perintahkan RT dan RW untuk rutin kerja bakti membersihkan Kali Cibarengkok sebulan sekali,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan kekhawatiran mereka atas banjir yang terus berulang. Beberapa warga menyampaikan banjir terakhir menyebabkan kerusakan pada rumah dan fasilitas umum di Perumahan Mega Residence. Tidak sedikit juga warga yang menuntut adanya solusi permanen dan bukan hanya tindakan sementara.
Kedua kepala desa menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan langkah sesaat. Mereka juga telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penguatan infrastruktur jangka panjang, termasuk perbaikan Jembatan Kali Cibarengkok dan irigasi utama yang kerap tersumbat saat hujan deras.
“Sesuai instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, pada Agustus 2025 mendatang, Dinas PUPR Kabupaten Bogor akan turun tangan melakukan perbaikan jembatan dan normalisasi irigasi,” jelas Ade Endang.
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kerentanan banjir di masa mendatang, sekaligus menjadi contoh sinergi antara pemerintah desa, warga, dan instansi daerah.
Kepala Desa Klapanunggal juga menekankan pentingnya perubahan perilaku warga untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Sampah bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga bisa membahayakan nyawa kita sendiri ketika banjir datang,” ujarnya.
Kali Cibarengkok adalah aliran sungai kecil yang mengalir di antara Desa Klapanunggal dan Cikahuripan. Selama musim hujan, daerah ini menjadi rawan banjir akibat pendangkalan, penyempitan, dan aktivitas pembangunan di bantaran kali. Jika tidak segera ditangani secara terintegrasi, kerusakan yang lebih besar dikhawatirkan akan terjadi. (Agung DS)



