
BALANGAN — Pengetahuan tentang makanan sehat mulai ditanamkan kepada pelajar Madrasah Aliyah (MA) Al-Istiqamah Halong, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Sebanyak 67 siswa dari kelas X hingga XII mengikuti kegiatan edukasi pangan sehat dan bergizi, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan sebagai bagian dari program B2SA Goes to School.
Melalui program bertajuk Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Sejak Dini untuk Generasi Bebas Stunting atau Berani Gesit, para siswa diajak memahami pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Tidak hanya membahas kebutuhan gizi, materi yang diberikan juga mendorong siswa agar lebih selektif ketika membeli makanan atau jajanan. Aspek keamanan pangan menjadi salah satu hal yang ditekankan agar makanan yang dikonsumsi tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat bagi tubuh.
Para pelajar turut dikenalkan dengan sejumlah pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber makanan bergizi. Dengan begitu, pemenuhan kebutuhan gizi tidak selalu bergantung pada makanan tertentu, tetapi dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
JF Analis Ketahanan Pangan DKP3 Kabupaten Balangan, Aisyah, mengatakan kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para siswa aktif menyampaikan pertanyaan selama materi diberikan.
Menurutnya, antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan yang tidak hanya berkaitan dengan makanan sehat, tetapi sudah menyentuh persoalan stunting dan langkah pemerintah dalam menanganinya.
“Anak-anak di sini sangat antusias. Tadi ada yang bertanya, bahkan pertanyaannya sudah mengarah pada bagaimana penanganan pemerintah terhadap stunting,” ujarnya.
Kepala MA Al-Istiqamah Halong, Hasan, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa dari tiga tingkatan kelas dengan jumlah peserta mencapai 67 orang.
Ia menyambut baik edukasi yang diberikan DKP3 Balangan karena pengetahuan mengenai pola konsumsi sehat dinilai penting untuk diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berterima kasih karena sudah mentransfer ilmu kepada siswa-siswa kami di Al-Istiqamah. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat,” katanya.
Edukasi pangan sehat tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman di ruang kelas. Para siswa diharapkan mampu menerapkan prinsip B2SA ketika memilih makanan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia sekolah.(AKHMAD SIDIK)



