Dispora Kabupaten Bogor Bersih-Bersih Stadion Pakansari, Bangun Budaya Peduli Lingkungan dari Lingkungan Pemerintah

BOGOR – Suasana berbeda terlihat di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (20/7/2026) pagi. Sejumlah pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor turun langsung membersihkan lingkungan kantor, taman, saluran air, hingga area sekitar stadion dalam kegiatan gotong royong yang menjadi bagian dari program rutin Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut tidak sekadar membersihkan sampah dan merapikan lingkungan kerja, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan birokrasi.
Sejak pagi, para aparatur Dispora terlihat membawa peralatan kebersihan untuk membersihkan berbagai sudut kawasan Stadion Pakansari. Rumput liar dipangkas, saluran air dibersihkan dari endapan sampah, sementara halaman dan taman ditata agar tetap bersih, rapi, dan nyaman dipandang.

Program bersih-bersih ini merupakan agenda rutin yang dijadwalkan setiap hari Senin dan melibatkan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Melalui kegiatan tersebut, Dispora Kabupaten Bogor menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara.
Lingkungan kerja yang bersih dan tertata dinilai akan menciptakan suasana yang lebih sehat, meningkatkan kenyamanan bekerja, sekaligus memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

Selain menjaga estetika kawasan Stadion Pakansari yang menjadi salah satu ikon olahraga Kabupaten Bogor, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh aparatur pemerintah tentang pentingnya merawat fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan para pegawai Dispora pun mendapat apresiasi dari masyarakat.
Salah seorang warga yang berada di kawasan Stadion Pakansari menilai kegiatan tersebut menjadi contoh positif yang patut ditiru, baik oleh instansi pemerintah maupun masyarakat luas.
“Sangat luar biasa melihat sekarang dinas-dinas di Kabupaten Bogor rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih. Ini bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih, indah, dan asri, tetapi juga memberikan teladan yang baik bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Apresiasi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti membersihkan lingkungan memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menciptakan kawasan yang rapi. Kegiatan itu juga membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam perspektif pelayanan publik, lingkungan kantor pemerintahan yang bersih dan tertata menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas publik yang terawat tidak hanya mencerminkan kedisiplinan aparatur, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang nyaman dan layak.
Program bersih-bersih rutin yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial mingguan. Konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan seluruh perangkat daerah menjadi kunci agar budaya menjaga kebersihan benar-benar tertanam dalam lingkungan pemerintahan.
Lebih dari itu, pemerintah berharap semangat tersebut dapat menular ke tengah masyarakat. Ketika aparatur memberi teladan melalui tindakan nyata, kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan diyakini akan tumbuh sebagai gerakan bersama.
Sebab, mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih, sehat, dan nyaman bukan hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Budaya menjaga kebersihan akan memiliki arti ketika menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari, dimulai dari diri sendiri, lingkungan kerja, hingga ruang-ruang publik yang menjadi milik bersama.(Agung Dwi S)



