Betonisasi Jalan Cibugis Dibahas, Pemdes Klapanunggal Libatkan 10 Perusahaan

BOGOR — Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menggelar rapat koordinasi bersama para pelaku usaha dan perusahaan terkait rencana pembangunan betonisasi jalan di Dusun 03, Kampung Cibugis, Rabu (26/8/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi sebelum pembangunan infrastruktur dilaksanakan. Pemerintah desa ingin memastikan pembangunan tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tidak mengganggu aktivitas perusahaan dan mobilitas warga.
Sebanyak 10 perusahaan yang terdampak rencana pembangunan turut mengirimkan perwakilan dalam pertemuan tersebut.

Selain perwakilan perusahaan, hadir jajaran Pemerintah Desa Klapanunggal, Wakil BPD Klapanunggal Arda Wijaya, Sekretaris Jenderal BPD, unsur kewilayahan serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Kades Gonon, mengatakan pembangunan jalan harus dibicarakan bersama sejak awal.
Menurutnya, akses jalan di Dusun 03 tidak hanya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas kegiatan usaha di wilayah tersebut.

“Rapat ini kita lakukan untuk membangun komunikasi dan menyamakan persepsi antara pemerintah desa, masyarakat, BPD, serta pelaku usaha atau perusahaan yang terdampak. Harapannya, rencana betonisasi jalan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Kades Gonon.
Ia menegaskan, komunikasi dengan perusahaan menjadi bagian penting agar berbagai persoalan yang berpotensi muncul ketika pembangunan berlangsung dapat diantisipasi sejak awal.
Bagi pemerintah desa, pembangunan jalan bukan semata-mata soal menuangkan beton di atas badan jalan.
Lebih dari itu, pembangunan harus memastikan akses masyarakat tetap berjalan, aktivitas ekonomi tidak terganggu, serta kepentingan seluruh pihak dapat dikomunikasikan secara terbuka.
Kades Gonon mengatakan, kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian pemerintah desa karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat.
Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, sekaligus mempermudah akses menuju kawasan permukiman maupun perusahaan.
“Kita ingin pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun fisik jalan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan bisa kita antisipasi bersama,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan lebih dari sekadar anggaran.
Diperlukan koordinasi, keterbukaan dan kesepahaman agar pembangunan yang seharusnya menjadi solusi tidak justru menimbulkan persoalan baru.
Sementara itu, Wakil BPD Klapanunggal Arda Wijaya menyampaikan dukungannya terhadap rencana betonisasi jalan tersebut.
Ia berharap seluruh pihak dapat berkontribusi menjaga kelancaran pembangunan sekaligus mengawal hasilnya agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Rapat berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah persoalan teknis turut dibahas, mulai dari kondisi akses jalan, kepentingan masyarakat, hingga koordinasi dengan perusahaan yang aktivitasnya berkaitan dengan kawasan tersebut.
Keterlibatan 10 perusahaan dinilai menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Sebab, ketika kepentingan masyarakat dan dunia usaha bertemu di satu akses jalan, komunikasi menjadi kunci.
Rencana betonisasi jalan Dusun 03 Kampung Cibugis pada akhirnya bukan hanya tentang perubahan kondisi fisik jalan.
Ada harapan warga agar akses yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman, aman dan mampu menunjang kegiatan ekonomi.
Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan akses yang mendukung kelancaran aktivitas usaha.
Dua kepentingan tersebut tidak harus berhadapan.
Justru melalui koordinasi, keduanya dapat berjalan beriringan.
Pemerintah Desa Klapanunggal pun menempatkan komunikasi sebagai langkah awal sebelum pembangunan dilaksanakan.
Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya terlihat ketika beton telah mengeras, tetapi juga ketika prosesnya transparan, terkoordinasi dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.(Agung Dwi S)



