Bom Waktu? Dampak Galuga Terbakar, Sampah Kota Bogor 700-726 Ton “Beradu Nasib”

BOGOR – Dampak pasca kebakaran TPA Galuga terasa di Kota Bogor.
Dimana dari data yang diketahui terdapat 700-726 Ton kisaran Sampah dari masyarakat disana.
Pihak media,telah memberikan konfirmasi pada kadis DLH Kota Bogor atas Langkan antisipasi sampah berasal dari Kota Bogor tersebut dalam menangani .
Namun pihak media belum mendapat jawaban dari konfirmasi tersebut.
Sementara itu dari sumber lainya,pihak LSM dan aktifis Abdurahman Batubaja,SH menyatakan akan solusi alternatif penanganan sampah Kota Bogor harus optimal.
“Ini masuk force majeure adalah keadaan memaksa atau keadaan kahar di luar kendali manusia yang membuat seseorang atau badan usaha tidak mampu memenuhi kewajiban dalam sebuah kontrak atau perjanjian.
Dalam hukum Indonesia, ketentuan ini dikenal sebagai keadaan memaksa.
Atas hal ini pada kebakaran TPA Galuga itu harus disikapi secara holistik ,cepat dan simultan.
Jangka sampai final dan putus hanya jangka pendek pada penitipan ditempat parkiran saja .
Atau langkah sementara
Untuk mencegah sampah menumpuk di lingkungan masyarakat, DLH Kota Bogor telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara.
Tentu akan ada dampak lainnya dari sampah tersebut pada lokasi-lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Bogor.
Semisal terpaparnya warga masyarakat dari bau sampah dan udara yang tidak sehat kemana-mana” ungkap Badaruddin pada media,Selasa (8/9).
Dilanjutkan dia,bahwa skema tersebut menjadi salah satu upaya menjaga pelayanan persampahan tetap berjalan di tengah kondisi darurat akibat kebakaran TPA Galuga,perlu relokasi yang jauh dari wilayah warga yang merupakan lahan asset Daerah,dengan skala luasan memadai.
“Ada solusi pasti atas hal ini dengan gerakan cepat dan antisipasi waktu dari penanganan Pasca kebakaran itu .
Yang belum juga waktunya bisa cepat dapat digunakan lagi,yakni mengunakan asset lahan Eks tanah PT yang tidak produktif lagi semisal lahan di kecamatan Bogor Selatan ,Eks PT GNA atau PT Pasir Wangun ” ucapnya.
Hal ini disampaikan dia,agar tidak ada lagi dampak dan akibat meluas dari tumpukan atas sampah yang jumlahnya ratusan ton itu jika disebar diwilayah malah akan dapat memantulkan efek seakan bom waktu bagi masalah sosial,kesehatan dan faktor lainya. (AB)



