JUSTICIA

Malpraktek di RSUD Cibinong, Yang Sakit Mata Kanan Yang Dioperasi Mata Kiri

BOGOR – Gegara para dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor yang terlibat dalam tindakan operasi ceroboh, yang sakit mata kanan, tapi yang dioperasi mata kiri. Kini kedua mata seorang pasien perempuan berinisial Kn (59) mengalami sakit dan berefek sakit pada kepala.
Adanya kecerobohan yang dilakukan para dokter tersebut berakibat terjadi malpraktek, diungkapkan salah satu keluarga Kn yang minta namanya dirahasiakan, sebut saja namanya Nelson (bukan nama sebenarnya).

“Gegara para dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor yang terlibat dalam tindakan operasi ceroboh, yang sakit mata kanan, tapi yang dioperasi mata kiri. Kini kedua mata ibu kami sakit semua dan berefek sakit pada kepala,” ujarnya Jumat siang (06/09/24) di Cibinong.

“Kami dan keluarga besar kami suka sedih dan kasian melihat ibu yang kini mengalami sakit di kedua matanya. Ibu pun saat ini jadi mengalami trauma akibat tindakan yang tidak benar dari para dokter RSUD Cibinong, tersebut yang bekerja tidak sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP),” imbuh Nelson.

Ia dan keluarga sedang berpikir untuk mengambil langkah hukum terhadap RSUD Cibinog dan para dokter serta para asistennya yang terlibat dalam tindakan operasi mata ibunya tersebut. Kata Nelson, jelas yang sakit retina mata sebelah kanan, tapi ini yang dioperasi retina mata sebelah kiri, jangan-jangan disengaja.

Menurutnya, dibawanya ibu berobat ke RSUD Cibinong, atas dasar rujukan yang diberikan dari RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor. Karena, sebelum berobat ke RSUD Cibinong, ibunya berobat ke RSUD Ciawi. Setelah dilakukan pemeriksaan lalu diterbitkanlah surat rujukan ke RSUD Cibinong.

Terkait adanya rujukan yang diberikan RSUD Ciawi, Jalan Raya Puncak No. 479, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, ke RSUD Cibinong tersebut, dibenarkan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Ciawi, dr. Fusia Meidiawaty, SH, MH. Kes, Mars saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Jumat itu.

Menurut mantan Dirut RSUD Cibinong yang akrab dipanggil dr Uci tersebut, pasien ini (Kn-red) berkunjung ke poli mata tanggal 20 Mei 2024, setelah dilakukan pemeriksaan pasien ini harus segera dioperasi, jadi pasien dirujuk ke RSUD Cibinong, pasien dan keluaga setuju dirujuk ke RSUD Cibinong.

Adanya pasien Kn rujukan dari RSUD Ciawi, yang mengalami malpraktek akibat keceobohan para dokter dan para asistennya yang terlibat dalam tindakan operasi mata tersebut. Humas RSUD Cibinong Gege saat dikonfimrasi Jumat melalui WA mejawab “Hrs dicari di datanya pak dan dikumpukan dari awal”

Tidak berselang lama, sekitar pukul 17.52 tipikorinvestigasicom menerima WA dari seeorang yang sebelumnya tidak dikenal. Melalui WA tersebut dia memperkenalkan diri dan mengaku dari sebuah instansi yang tidak ada hubungan langsung sama sekali dengan RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor.

Orang itu, sebut saja Mr.X mengaku dapat nomor telelpon seleluler wartawan tipikorinvestigasi.com dari Humas RSUD Cibinong Miftah. Mr.X  juga mengaku punya hubungan dekat dengan Dirut RSUD Cibinong dr. Yukie Meistisia. Ia ditanya sama Miftah apakah kenal dengan wartawan tipikorinvestigasi.com ?

Mr. X mengaku tidak kenal, lalu Miftah memberikan nomor kontak wartawan dimaksud yang tadi coba konfirmasi terkait dugaan telah terjadi malpraktek tersebut. Yang menarik dari cara Miftah melayani konfimasi tipkorinvetigasi dengan menyuruh orang lain menujukan tidak profesional.

Padahal Miftah mengenal watawan dimaksud dan memiliki nomor kontaknya. Terkait adanya Mr. X  tersebut, Gege yang dihubungi melalui telepon selulernya berkali-kali Jumat malam itu tidak ada diangkat. Demkian halnya ketika di WA juga pada Jumat malam tersebut tidak ada jawaban.

Padahal sebelumnya Gege sempat melakukan video call, tapi berhubung sedang menulis berita, wartawan media ini minta untuk sementara wa dulu, tapi tidak ditanggapi. Dan saat dihubungi langsung melalui telepon selulernya beberapa kali tidak diangkat. (ahp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *