Warga Kahuripan Mas Curhat Soal Sekolah, MBG hingga Infrastruktur,
Dindin Abdullah Ghozali Janjikan Perjuangkan Aspirasi ke DPRD Jabar

BOGOR – Harapan warga untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah kembali mengemuka dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar VI Kabupaten Bogor, Dindin Abdullah Ghozali, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Perumahan Kahuripan Mas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat. Tidak hanya sebagai agenda formal penyerapan aspirasi, reses kali ini juga menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan dan berharap mendapat solusi nyata dari pemerintah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPAC PKB Klapanunggal Brian, Pembina PKB Rahman, Kepala Dusun 13 Hermanto, Ketua RW 015 Kamal, Ketua RT 001 Anwar Sanusi dan RT 004 Saripudin, Ustad Gofur, kader-kader PKB, tokoh masyarakat, serta puluhan warga Perumahan Kahuripan Mas yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya, Dindin Abdullah Ghozali menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan sarana penting untuk menjaga hubungan dan silaturahmi dengan masyarakat agar tetap terjalin dengan baik.
“Pertemuan ini merupakan forum silaturahmi agar hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat tidak terputus. Selain menyusun perencanaan anggaran kegiatan, reses juga menjadi tempat kami mendengar langsung keluhan, kebutuhan, dan harapan masyarakat yang akan kami sampaikan ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Dindin di hadapan warga.
Menurutnya, seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dalam forum DPRD Provinsi Jawa Barat, sehingga dapat masuk ke dalam perencanaan program pembangunan maupun kebijakan pemerintah daerah.



Suasana diskusi semakin hidup ketika warga mulai menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satu yang paling banyak disoroti adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan pendidikan, hingga minimnya perhatian terhadap kawasan Perumahan Kahuripan Mas.
Beberapa warga mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan bagi anak-anak yang terpaksa bersekolah di sekolah swasta karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Kondisi tersebut dinilai menjadi beban berat bagi keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas.

Selain pendidikan, warga juga menyoroti kurangnya bantuan pembangunan bagi Perumahan Kahuripan Mas yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal, baik dari pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat.
Keluhan mengenai kondisi jalan lingkungan dan sistem drainase juga menjadi perhatian utama. Warga mengungkapkan bahwa berbagai perbaikan selama ini lebih banyak dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat karena belum adanya bantuan pembangunan yang memadai.

“Selama ini banyak kebutuhan lingkungan yang kami kerjakan sendiri secara swadaya. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap infrastruktur di Perumahan Kahuripan Mas agar lingkungan menjadi lebih nyaman dan aman bagi warga,” ungkap salah seorang peserta reses.
Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Dindin Abdullah Ghozali menyatakan bahwa seluruh usulan akan dicatat dan dibawa ke forum pembahasan DPRD Provinsi Jawa Barat untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan skala prioritas yang ada.
“Apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat hari ini akan kami teruskan dalam rapat-rapat DPRD Provinsi Jawa Barat. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar aspirasi ini bisa direalisasikan. Minimal ada satu program prioritas yang dapat diwujudkan pada tahun ini untuk masyarakat Kahuripan Mas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias warga yang berharap aspirasi mereka tidak berhenti sebatas catatan di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.
Bagi warga Perumahan Kahuripan Mas, kegiatan reses kali ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan suara yang selama ini jarang terdengar. Mereka berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan, infrastruktur, bantuan sosial, hingga program pembangunan lingkungan dapat lebih merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 ditutup dengan sesi foto bersama antara Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dindin Abdullah Ghozali, pengurus PKB, perangkat lingkungan RW dan RT, Kepala Dusun, tokoh masyarakat, serta warga Perumahan Kahuripan Mas.
Di balik kebersamaan yang terbingkai dalam foto tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat agar aspirasi yang telah disampaikan tidak sekadar menjadi bahan diskusi, melainkan menjadi langkah awal menuju perubahan dan pembangunan yang lebih baik bagi Perumahan Kahuripan Mas dan masyarakat Desa Cikahuripan secara keseluruhan.(Agung Dwi S)



