JUSTICIA

Warga Desa Sukamantri Keluhkan BPNT Digiring Tempat Belanja & Kualitas Barang Rendah?

BOGOR – Program pemerintah bagi warga masyarakat berupa BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) berupa paket sembako atau kebutuhan pokok dikeluhkan warga desa Sukamantri ,Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Hingga berita dimuat konfirmasi dengan Sekdes Sukamantri tidak juga dibalas,Selasa (12/4).

Salah satu regulasi yang mengatur adalah Perpres No. 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Pada Pasal 5 (1) terkait mekanisme penyaluran dapat dilakukan dengan cara (d) penarikan uang dan/atau pembelian barang.

Dimana saat tim melakukan wawancara dengan warga penerima BPNT dikeluhkan adanya arahan untuk belanja ke Bumdes walau harga lebih mahal.
Hal lainnya komoditas barang yang diterima tidak sesuai dengan jumlah uang yang diterima.
” Saya bingung kok ada daging ayam tercium bau lalu jumlah telur cuma 13 butir,tempe harga dikisaran Rp.7000,- sebanyak 3 potong dan 3 karung beras dan buah Pir tiga bungkus yang kondisinya bonyok “keluh warga disana.
Warga menyampaikan bahwa baiknya diberikan saja uang BNPT hingga bisa berbelanja sesuai dengan kebutuhan mereka dan tidak diarahkan kesatu tempat saja belanjanya.
Bahkan ada informasi yang beredar jika warga tidak berbelanja ketempat yang ditunjuk maka BPNT untuk selanutnya tidak akan diberikan berikutnya.
Lalu warga meminta kedepannya jika disiapkan atau belanja Ke Bumdes lebih baik jika dipersiapkan item komoditasnya sesuai kebutuhan dengan kondisi baik dan layak.Terutama kondisi Daging Ayam agar segar tidak berbau dan layak dikonsumsi.

Kemensos menekankan kepada para agen, penyalur dan distributor yang terlibat dalam Program Sembako agar tidak memaksa penerima bantuan untuk mengambil bantuan pangan secara paket sembako. Penerima bantuan selayaknya mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan dan kemauan mereka.

“Saya tekankan bahwa tidak boleh menentukan dan tidak boleh memaketkan (bahan bantuan). Kalau yang menerima bantuan alergi ayam atau memang tidak membutuhkan ayam, tidak boleh menentukan membeli ayam. jika alergi telur masak makan telur,” Demikian ucap Menteri Risma dalam keterangan Pers nya.
( Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.