Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, Serap Aspirasi Warga Klapanunggal

Kades Gonon Suarakan Harapan Desa
BOGOR — Dalam semangat mempererat silaturahmi dan menyerap aspirasi rakyat secara langsung, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si, yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI, bersama Candra, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat, menggelar Kegiatan Reses dan Aspirasi Masyarakat di Aula Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/10/2025).
Tema kegiatan kali ini mengusung topik penting dan aktual:
“Penguatan Kewenangan DPR dalam Menjawab Aspirasi Rakyat.”
Sejak pagi, ratusan warga dan perangkat desa tampak memadati Aula Desa Klapanunggal. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin (Kades Gonon), Sekdes Andre, Babinsa Pujiono, Bhabinkamtibmas Amir, Ketua MUI dan DMI Klapanunggal, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPM, Ketua BumDes Haji Agus beserta jajaran, serta perwakilan dusun 1 sampai 5, Ketua RW dan RT, TP-PKK, Kader PSM dan KPM, Karang Taruna, hingga Satgas Kesehatan Tuberkulosis dan Satgas Limas.



Tampak pula Tokoh masyarakat Cikahuripan, Darus, ikut hadir dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kades Gonon menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota DPR RI dan DPRD Kabupaten Bogor yang hadir langsung ke Klapanunggal. Ia menegaskan bahwa momentum reses ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan nyata desa.

“Silakan sampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat Klapanunggal. Kita manfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan langsung kepada wakil rakyat yang hadir di tengah-tengah kita,” ujar Kades Gonon penuh semangat, disambut tepuk tangan warga.
Ia juga menyoroti beberapa permasalahan mendasar di desa seperti infrastruktur jalan yang masih rusak, jaringan internet desa yang belum merata, dan kebutuhan fasilitas pendidikan yang memadai.
Memulai pembicaraan dengan hangat, H. Anton Sukartono Suratto memperkenalkan diri dan perjalanan kariernya di Senayan. Ia menyampaikan bahwa dirinya sudah empat periode duduk sebagai anggota DPR RI, dan pernah bertugas di Komisi I, IV, VII, X, V, dan VI, yang membidangi berbagai sektor strategis negara.

Anton menjelaskan bahwa Komisi I DPR RI membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informatika (Kominfo) — bidang yang saat ini menjadi sorotan besar di era digital.
“Kami di Komisi I berjuang agar desa-desa mendapatkan akses internet murah dan mudah. Setiap desa bisa mengelola jaringan internet sendiri. Jika 10 pelanggan, cukup bayar Rp10.000 per bulan. Itu bukan hanya hemat, tapi bisa jadi pemasukan untuk desa,” jelasnya.
Anton menegaskan pentingnya penguatan kewenangan DPR dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar menjalankan fungsi formal.
Dalam paparannya, Anton menggarisbawahi bahwa internet desa bukan hanya kebutuhan hiburan, tapi fondasi pembangunan ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Ia mendorong agar Pemerintah Desa Klapanunggal segera membentuk sistem internet mandiri desa melalui kerja sama dengan penyedia jaringan di bawah koordinasi Kominfo.
“Internet adalah kebutuhan dasar. Tapi kita harus bijak menggunakannya. Jangan sampai teknologi malah jadi bencana sosial,” tegasnya.
Anton juga menyinggung dampak negatif era digital, seperti maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah memakan banyak korban.
“Banyak yang terjerat pinjol, lalu wajah orang tuanya disebarkan di media sosial. Malu, stres, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Judi online juga merusak generasi muda kita — dari remaja sampai orang tua,” ujar Anton dengan nada prihatin.
Ia menegaskan, meskipun pemerintah terus menutup situs-situs pinjol dan judol ilegal, namun platform baru terus bermunculan. Karena itu, pendidikan digital dan pengawasan masyarakat menjadi sangat penting.
Sementara itu, Candra, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Demokrat, menambahkan bahwa setiap keluhan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak bisa langsung terealisasi, melainkan harus melalui proses administratif dan pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Kami tidak menutup mata. Tapi semua ada prosesnya, kecuali hal-hal yang bersifat sangat mendesak. Namun yakinlah, semua aspirasi akan kami perjuangkan,” tegasnya.
Candra juga mengapresiasi semangat warga Klapanunggal yang aktif hadir dan berani menyampaikan pendapat.
Acara reses ini berakhir dengan sesi foto bersama antara anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Bogor, Muspika, perangkat desa, dan masyarakat, yang menandai komitmen bersama untuk terus membangun Desa Klapanunggal menjadi desa yang maju, melek digital, dan sejahtera.(Agung DS)



