Wakil Ketua Komisi 3, Abdul Rosyid : Solusi Sampah Tidak Andalkan Sistem Pengolahan PSEL Tapi Membangun Mental Man Power Berkelanjutan

BOGOR – Ibarat manusia dan mesin ,dua keping mata logam yang seakan sama pada bidang kehidupan tapi beda harkat dan martabatnya.
Maka penanganan sampah yang menjadi momok bukan hanya di kota dan kabupaten saat ini tapi isu nasional bahkan dunia ,telah mengetuk rana para anggota dewan khususnya komisi 3 DPRD Kota Bogor unjuk bicara.
Pada media ,wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor Abdul Rosyid mengapresiasi rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah maju Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan kebersihan dan pengelolaan sampah perkotaan.
“Program yang menjadi pilot project pemerintah pusat melalui Danantara ini direncanakan berlokasi di TPA Galuga, dengan skema kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Namun demikian, Komisi III menegaskan bahwa PSEL bukan satu-satunya solusi penanggulangan sampah.
Pengelolaan sampah dari hulu tetap harus menjadi prioritas utama.
Pasalnya, PSEL dinilai lebih cocok untuk menangani sampah residu, sehingga pemilahan sejak sumber dan pengolahan di tingkat hulu tidak boleh terabaik” ujar Rasyid
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid.
Dijabarkan dia,bahwa strategi pengelolaan berkelanjutan harus tetap menempatkan pemilahan sampah dan penguatan ekonomi sirkular sebagai pilar utama, antara lain melalui pengembangan bank sampah di setiap wilayah.
“Ada hal dan urgensi dari PSEL adalah teknologi masa depan, tetapi pengolahan di hulu dan pemilahan tetap kunci keberlanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Rosyid juga mengingatkan pentingnya kejelasan nota kesepahaman (MoU) serta aspek keberlanjutan kerja sama lintas daerah.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan kebutuhan dasar sarana dan prasarana persampahan, seperti penyediaan gerobak sampah di tingkat wilayah, bak sampah portabel, serta peremajaan armada truk pengangkut yang saat ini banyak dinilai tidak layak beroperasi.
Ke depan, Komisi III berharap implementasi PSEL dapat berjalan seiring dengan penguatan strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan demikian, Kota Bogor tidak hanya mengandalkan teknologi pengolahan akhir, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipatif, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat” papar dia pada media ,Kamis (16/1).
( Agus Subagja)



