Wakil Ketua FP3KTB, Landvictory.W.S.H: Infrastruktur Pendidikan di Teluk Bintuni Memprihatinkan

TELUK BINTUNI – Wakil Ketua Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni (FP3KTB) Landvictory.W.S.H mengaku cukup prihatin melihat kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni. Gedung-gedung sekolah dan asrama sudah banyak yang rusak termakan usia. Bahkan sejumlah gedung Sekolah diwilayah Gunung Lemba Sampai Pesisir Pantai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Seperti halnya bangunan asrama bagi anak -anak sekolah yang berasal dari Kampung Riendo dan Kampung Wararoma Distrik Fafruwar. Kondisisnya saat ini sangat memprihatinkan dan tidak bisa ditempati lagi. Bangunan yang terdapat di Distrik Bintuni Km.2 kali 1 kondisinya rusak parah. Padahal asrama tersebut sangat penting bagi anak anak yang menempuh Pendidikan di di pusat kota Kabupaten Teluk Bintuni.
“Kami tentu sangat prihatin melihat kondisi pendidikan di Teluk Bintuni yang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal infrastruktur,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, Pendidikan adalah hak dasar yang harus diperoleh setiap warga negara. Keberadaan fasilitas yang layak sangat menentukan kualitas pembelajaran.
Selain itu, Landvictory juga melihat kenyataan di lapangan bahwa masih banyak sekolah yang kekurangan sarana dan prasarana. Ruang kelas yang tidak layak, kekurangan tenaga pengajar, keterbatasan laboratorium, dan minimnya akses terhadap teknologi pendidikan.
“Saya sangat berharap kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk lebih peduli kepada sarana dan prasarana Pendidikan, khususnya di Teluk Bintuni. Anak anak adalah generasi penerus bangsa, bila mereka tidak mendapatkan akses Pendidikan yang layak, bagaimana nasib Teluk Bintuni kedepan,” tegas Landvictory.
“Kabupaten Teluk Bintuni sangat tertinggal dalam dunia Pendidikan dan ini akan berpengaruh terhadap masa depan generasi bangsa, khususnya Teluk Bintuni. Untuk itu sekali lagi saya tekankan agar Dinas Pendidikan Teluk Bintuni segera berbenah dan meningkatkan pelayanan Pendidikan untuk anak anak, baik itu sarana maupun prasaranannya,” pungkasnya. (ARNOLIAND HENENY)



