PEMERINTAHAN

Tanggap Darurat Bencana Banjir di Cikahuripan dan Bojong

1.200 KK Terima Bantuan Makanan, Dapur Umum Didukung Bupati Bogor

BOGOR – Bencana banjir besar kembali melanda wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang berdampak pada ribuan warga di dua desa terdampak: Desa Cikahuripan dan Desa Bojong. Sebanyak 1.200 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir sejak Sabtu malam (6/7/2025), akibat luapan air yang merendam lebih dari sepuluh kawasan perumahan.

Menanggapi hal ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto segera menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 14 hari ke depan melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam instruksinya, Bupati meminta semua instansi dan lembaga terkait agar bergerak cepat, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar bagi para korban, termasuk makanan.

Dalam waktu singkat, Dapur Umum didirikan di kawasan Pesona Harmoni 9 (PH 9), Desa Cikahuripan, sebagai pusat distribusi makanan siap saji. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan dijalankan bersama Tagana, PSM, TRC, PKN, dan organisasi kemanusiaan INH, di bawah koordinasi Ketua PSM Kecamatan Klapanunggal, Misnia Sari atau yang akrab disapa Wa Mis.

“Kami mendistribusikan makanan dua kali sehari ke semua titik perumahan yang terdampak banjir. Prosesnya dibantu oleh RW masing-masing agar lebih terorganisir dan tepat sasaran,” jelas Wa Mis kepada awak media.

Beberapa titik perumahan yang menerima distribusi makanan dari dapur umum ini antara lain:

  • Desa Cikahuripan: Perumahan PH 9, Mega Residence, Kahuripan Mas, PMI, Villa Asri, PPC5, GAR 2
  • Desa Bojong: Rawa Jeler, Almira, PK 3

Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni dan Sekcam Iwan turut meninjau dapur umum dan distribusi makanan di lapangan. Keduanya memastikan bahwa penyaluran makanan berjalan cepat, aman, dan merata.

“Sesuai instruksi Bupati Rudy Susmanto, distribusi makanan bagi korban bencana harus prioritas utama. Karena itu, kami turun langsung memantau pelaksanaan dapur umum ini,” ungkap Camat Galuh.

Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan Andi Upi dan Sekdes Encin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi darurat di desanya.

“Warga kami banyak yang tidak bisa masak karena rumahnya tergenang air. Kehadiran dapur umum ini sangat membantu. Kami sangat bersyukur atas kepedulian Bupati,” ujar Kades Andi Upi.

Selain distribusi makanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga turut bergerak menangani dampak banjir, khususnya dalam hal kesehatan dan kebutuhan darurat lainnya. Tim medis disiagakan untuk memeriksa korban banjir yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya anak-anak dan lansia.

“Korban banjir yang mengalami penyakit langsung kami obati. Jika perlu penanganan lebih lanjut, akan dirujuk ke puskesmas terdekat,” kata perwakilan Diskes Kabupaten Bogor.

Sementara itu, warga yang kehilangan tempat tinggal sementara akibat banjir ditampung di kantor desa, masjid, dan lokasi aman lainnya yang telah disiapkan oleh pemerintah desa.

Salah satu warga terdampak, Rusdi, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan makanan dan pelayanan yang cepat dari pemerintah.

“Alhamdulillah, meski rumah saya kebanjiran, saya merasa sangat diperhatikan. Terima kasih kepada Bupati, camat, dan semua yang turun langsung bantu kami. Makan kami dijamin, anak-anak aman,” ujar Rusdi penuh haru.

Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi bencana.

“Setiap dinas harus sigap. Tugas kita melindungi dan melayani warga, bukan menunggu situasi makin buruk. Semua korban banjir harus segera ditangani, baik kebutuhan dasarnya, kesehatannya, hingga tempat tinggal sementaranya,” tegas Bupati.

Rudy juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama melewati masa tanggap darurat ini.

Penanganan cepat dan kolaboratif dalam bencana banjir di Desa Cikahuripan dan Bojong menjadi cermin kesiapan Pemkab Bogor dalam menghadapi situasi krisis. Harapannya, setelah masa tanggap darurat berakhir, upaya rehabilitasi dan pencegahan jangka panjang akan segera dilakukan agar bencana serupa tidak terus berulang.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *