RAGAM

Rembug Stunting Desa Nambo 2027: Anggaran Menurun, Keselamatan Ibu dan Anak Jadi Prioritas Utama

BOGOR – Pemerintah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menggelar Rapat Rembug Stunting bertema “Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Desa untuk Penyusunan RKPDes Tahun 2027” di Aula Kantor Desa Nambo, Kamis (16/7/2026). Forum tersebut tidak hanya membahas strategi percepatan penurunan stunting, tetapi juga menjadi ruang evaluasi berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang masih dihadapi warga.

Di tengah rencana penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 yang menghadapi penyesuaian anggaran, pemerintah desa menegaskan bahwa program kesehatan, khususnya pencegahan stunting, tetap menjadi prioritas utama demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Rapat dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Klapanunggal Harry, Kepala Desa Nambo Nanang, S.E., Kepala Puskesmas Klapanunggal, Babinsa Iwan Setiawan, Bhabinkamtibmas Pri, Satpol PP, Pendamping Desa Darso dan Aceng, anggota BPD, LPM, perangkat desa, kader PKK, kader Posyandu, para kepala dusun, ketua RW dan RT.

Kepala Desa Nambo Nanang, S.E. mengatakan, forum rembug stunting menjadi momentum penting untuk memetakan berbagai persoalan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menyusun prioritas program dalam RKPDes Tahun 2027.

Menurutnya, meskipun terdapat penurunan alokasi anggaran dalam penyusunan RKPDes tahun depan, pemerintah desa tetap berkomitmen agar anggaran yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Permasalahan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Walaupun anggaran mengalami penyesuaian, setiap rupiah harus dimanfaatkan seefektif mungkin agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Nanang.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada pemerintah desa semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur masyarakat, mulai dari kader kesehatan hingga keluarga.

Perwakilan Kecamatan Klapanunggal, Harry, menekankan bahwa pembahasan rembug stunting harus menghasilkan program yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Ia mengingatkan agar pemerintah desa memprioritaskan kegiatan yang bersifat urgent sehingga pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kesehatan tidak terganggu meskipun anggaran mengalami penyesuaian.

Menurutnya, setiap program yang dirancang harus memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Nambo.

“Yang terpenting adalah melaksanakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Program prioritas jangan sampai terganggu sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Klapanunggal memberikan penekanan khusus kepada kader PKK dan petugas Posyandu agar semakin aktif melakukan pemantauan terhadap balita, ibu hamil, dan lanjut usia.

Ia mengingatkan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi maupun menangani masalah kesehatan dapat menimbulkan dampak yang sangat serius, mulai dari gangguan tumbuh kembang, kecacatan permanen, hingga risiko kematian.

Selain itu, keluarga yang telah memiliki lebih dari empat anak dianjurkan untuk mengikuti program keluarga berencana melalui penggunaan alat kontrasepsi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Menurutnya, pengendalian jumlah kelahiran bukan berarti mengurangi nilai anak sebagai anugerah Tuhan, melainkan menjadi langkah preventif agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga serta kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi secara optimal.

Rembug stunting juga menjadi wadah bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan di lapangan.

Sejumlah peserta mengeluhkan masih terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan, kondisi infrastruktur yang dinilai belum memadai, hingga kebutuhan peningkatan fasilitas Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah desa dalam menyusun skala prioritas pembangunan melalui RKPDes Tahun 2027.

Rembug Stunting Desa Nambo menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target program pemerintah, melainkan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

Di tengah keterbatasan anggaran, seluruh pemangku kepentingan sepakat bahwa kesehatan ibu, bayi, balita, dan lansia harus tetap menjadi prioritas pembangunan desa.

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Nambo berharap mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warganya secara berkelanjutan melalui RKPDes Tahun 2027.(Agung Dwi S)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *