Pembangunan Jalan Akses Batu Tulis Kontra Polemik, Anggaran Patungan Jabar & Pemkot “Pakait Huntu “

BOGOR – Setelah ambruk dan longsor akses jalan utama Batu Tulis menuju kelurahan Pamoyanan.
Dampak luas pun terasa dan telah terjadi pada warga setempat juga pada penguna jalan tersebut secara umum.
Dimana kerugian materil sejak akses jalan ditutup telah mempengaruhi pendapatan usaha warga baik pedagang juga bidang jasa lainnya termasuk angkutan DAMRI.
Dari Fakta peristiwa dan hasil investigasi bahwa ada dugaan adanya patahan pada lempeng dasar tanah sebab tiang pancang oleh pelaksana proyek PT KAI.
Hingga goncangan alat pancang beton besi atau paku bumi telah merusak lempengan dasar bumi yang ada disana juga aliran mata air alami terputus.
Hingga aliran mata air alami tersebut terganggu dan menyebar kemana-mana tidak bisa dialirkan pada keadaan alaminya.
Aktifis anti korupsi dan lingkungan hidup bung Galai Simanupak SH meminta agar PT KAI turut pula bertanggung jawab atas longsor pada jalan Batu Tulis ini.
” Ini jalan yang amat serius dan vital bahkan dilalui akses warga dan pengguna jalan 24 jam.
Sebab jalan ini dapat menghubungkan hampir kesemua titik tujuan dan tempat sebaran penduduk baik Kota dan Kabupaten Bogor.
Adapun penanganan pihak Pemkot atas akses jalan ini termasuk lamban bahkan penuh kebingungan.
Kalo memang bisa dibuat jalan R2 lalu kenapa opsi itu baru dilakukan pada Minggu ini.
Lalu kebijakan dan pola penanganan skala prioritas secara umum atas akses jalan ini apakah sudah dipastikan akan direncanakan dan dianggarkan belum.
Baik peta lokasi jalur akses jalanya dan pembebasan lahan juga.
Kalau bicara janji anggaran Propinsi dari Gubernur Jabar dan Walikota Bogor patungan itu seperti indah tapi penuh duri dalam kenyataannya.
Sebab warga masyarakat butuh kepastian atas akses jalan ini kembali normal baik R2 Motor dan kendaraan mobil ” tegas Galai Simanupak.
( Red03)



