JUSTICIA

Oknum Perangkat Desa losari Lor Mengusir Wartawan Saat bertugas, Begini Penjelasanya

Brebes -Saat itu wartawan dari media kabarsatunusantara.com hendak peliputan calon kepala Desa Losari yang hendak pengambilan nomor urut sebagai perserta calon kepala Desa di aula balai Desa Losari Lor, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, pada Tanggal 27/04/2022.

Kronologis ,Awalnya pada saat itu wartawan yang hendak meliput Calon Kades mengambil gambar dari kepersertaan, penetapan nomor urut, 4 calon kepala Desa Losari Lor, Namun saat wartawan ijin mau masuk hendak meliput, tiba-tiba ada salah satu oknum pamong Desa inisial AR, dan Kemudian AR selaku prangkat Desa Losari lor tersebut sepontan menegur wartawan dengan nada keras, Anda siapa,Ucapnya Si .AR

Lalu wartawan tersebut pun menjawab kami dari media, Ucap wartawan,

lanjut kata, AR.lalu mau apa kalau tidak boleh masuk, Kata, AR.Selaku oknum perangkat Desa losari lor “lalu jawab wartawan, kenapa pak?

kemudian AR, Berkata yang boleh masuk yang mendapat undangan,Ucap AR” ya pak kamikan media, dan kami hanya mau ambil gambar saja,Ucap Salah satu Wartawan, ya udah pak kalo tidak boleh masuk, tidak apa apa. tapi maaf pak sekali lagi saya mohon satu kali lagi mau masuk ngambil gambar terus saya keluar pak.ucap Wartawan.

Lalu AR, berkata tetap tidak boleh dan kalaou tidak boleh kamu mau apa, “sambil mendorong punggunya wartawan keluar dari pintu gerbang”.

Dan selang beberapa menit kemudian berusaha masuk pintu gerbang Lagi, Namun sudah ditutup, dan pintu aula balai Desa pun ditutup.

dengan tindakan Arogansi oknum Perangkat Desa tersebut ,jelas Menentang Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik Sebagaimana salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan pada tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Undang-undang yang terdiri dari 64 pasal.

Namun oknum perangkat Desa tersebut,Pada Saat hendak Di konfirmasi Dan di hubungi via Seluler oknum tersebut Terkesan Menghindar Seakan Akan Enggan dikonfirmasi Dirinya, AR ,Hanya menyampaikan Pada Awak Media melalui via Wastap, Bahwa Persoalan Dirinya Dengan Wartawan Yang Pada Saat itu Telah Di usirnya ia mengatakan Sudah Damai dan Sudah Selesai Di jembatani Oleh inisal, AG ucapnya dengan melalui Via Wastap pada ( 06/05/2022)

Pasalnya Pengakuan Dirinya yang menyatakan Bahwa Apa yang menyangkut dirinya Sudah Selesai, Tidak adanya Permohonan Maaf Sebelumnya, Secara publik,

Hingga Akhirnya Wartawan Yang Lainpun Tidak Paham atau mengetahui , Bahwa Kasus Pengusiran Wartawan tersebut Akhirnya Masih Di kejar oleh Awak media lainya,yakni Guna untuk Mengkonfirmasi Akan Kebenarannya,untuk Keseimbangan Berita .

Yang seharusnya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu.

Dan menghalangi tugas wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka sipelaku tersebut dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta.

Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait menghalang-halangi upaya Tugas media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm Undang-undang pers, Hingga Akhirnya Berita ini di terbitkan Yang Bersangkutan enggan di temui Wartawan.
(Tholib)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *