Musyawarah Desa Nambo Bahas Perubahan Bankeu 2026
Infrastruktur Tetap Jalan, Program Sarjana Desa Jadi Prioritas

BOGOR – Pemerintah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perubahan Bantuan Keuangan Khusus (Bankeu) Akselerasi Pembangunan Pedesaan Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Desa Nambo, Selasa (9/6/2026) pukul 13.00 WIB.
Musyawarah yang berlangsung penuh semangat dan keterbukaan tersebut menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi terkait perubahan kebijakan pembangunan desa yang harus segera disesuaikan dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terbaru dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Klapanunggal, Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si, Kepala Desa Nambo Nanang, SE, Babinsa Iwan Setiawan, Bhabinkamtibmas Prayitna, anggota Satpol PP M. Adi, Ketua BPD beserta anggota, Pendamping Desa Darso dan Aceng, seluruh perangkat desa, kepala dusun, Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat Desa Nambo.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Nambo, Nanang, SE, menegaskan bahwa perubahan program Bantuan Keuangan Khusus dan Akselerasi Pembangunan Pedesaan Tahun 2026 harus dipahami bersama agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami hambatan di lapangan.
Menurut Nanang, terdapat sejumlah revisi dalam perencanaan pembangunan desa yang mengharuskan adanya penyesuaian program, baik pada sektor infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat.

“Ada perubahan program Bankeu dan akselerasi pembangunan desa. Beberapa rencana pembangunan yang sebelumnya sudah ditetapkan harus disesuaikan kembali. Termasuk perubahan pada pengukuran dan jarak pekerjaan jalan desa yang akan diperbaiki. Selain itu, kini juga terdapat program yang memberikan kesempatan kepada warga Desa Nambo untuk memperoleh beasiswa pendidikan tinggi, minimal satu orang penerima dari desa,” ujar Nanang di hadapan peserta musyawarah.
Ia menegaskan bahwa seluruh perubahan tersebut harus dibahas secara terbuka dan disepakati bersama agar tidak mengganggu jalannya pembangunan yang telah direncanakan untuk kepentingan masyarakat Desa Nambo.

Suasana musyawarah semakin dinamis ketika Sekretaris Kecamatan Klapanunggal, Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si, memberikan penjelasan terkait perubahan juknis dan arah kebijakan pembangunan desa yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor pada Tahun Anggaran 2026.
Dalam paparannya, Iwan menyampaikan bahwa terdapat tiga program prioritas yang wajib diakomodasi dalam penggunaan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Pedesaan.
“Dalam perubahan perencanaan pembangunan Desa Nambo terdapat tiga program yang wajib dilaksanakan, yaitu pertama Program Minimal Satu Sarjana Satu Desa, kedua Digitalisasi Desa, dan ketiga Program Dayet Pajajaran,” jelas Iwan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat tetap akan berjalan sesuai rencana.
“Mengenai infrastruktur jalan, pada prinsipnya tidak ada perubahan. Sebelumnya sudah dilaksanakan musyawarah desa dan telah sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. Kegiatan infrastruktur dari dana Bankeu tetap dilaksanakan, hanya saja terdapat penyesuaian atau pengurangan anggaran karena sebagian harus dialokasikan untuk mendukung tiga program prioritas tersebut,” tegasnya.
Penjelasan tersebut disambut positif oleh peserta musyawarah yang berharap pembangunan fisik dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan beriringan.
Bagi masyarakat Desa Nambo, perubahan kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian administrasi anggaran. Lebih dari itu, kebijakan tersebut menjadi simbol arah baru pembangunan desa yang tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan dan infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang melalui pendidikan, transformasi digital, dan penguatan kapasitas generasi muda.
Melalui Musyawarah Desa Perubahan Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Pedesaan Tahun Anggaran 2026 ini, Pemerintah Desa Nambo menunjukkan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat, Desa Nambo optimistis seluruh program prioritas dapat direalisasikan secara efektif tanpa mengurangi kualitas pembangunan yang selama ini menjadi harapan warga.(Agung Dwi S)



