PENDIDIKAN

MIRIS!!!, GEDUNG SEKOLAH DI KABUPATEN SUKABUMI TANPA ATAP, MURID BELAJAR MELANTAI

Kondisi gedung SDN Cikeramat, tanpa di Kampung Cikeramat, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak memiliki atap. (Jumat/10/6/2022). Sumber foto: Iqbal. S. Achmad.

SUKABUMI – Sunggu miris, hal itu pantas disandang kepada gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikeramat, berada di Kampung Cikeramat, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak memiliki atap sejak ambruk tahun 2019 lalu. Bahkan para murid dari dua kelas, terpaksa belajar melantai lantaran tidak memiliki fasilitas bangku kursi dan meja belajar.

Asep Bahagia Hidayat, merupakan guru honorer berusia 55 tahun, mengajar sejak 2004 mengatakan, kondisi gedung sekolah saat terjadi ambruk, lantaran sudah lapuk kemakan usia.

“Ini robohnya pada tahun 2019, waktu itu kondisi cuaca tidak terlalu parah, angin juga kecil, tetapi karena bangunannya sudah lapuk, sudah tua, sehingga bangunan tersebut roboh dengan sendirinya. Kebetulan waktu itu siswa sudah pada pulang, ini kejadian sekitar jam tiga sore kegiatan belajar mengajar sudah selesai, “Kata Asep. (Jumat/10/6/22).

Suasana proses belajar murid kelas 2, dan 3, tengah melantai saat pelaksanaan ujian sekolah. (Jumat/10/Juni/2022). Sumber foto: Iqbal. S. Achmad.

Asep menyebutkan, dari dampak ambruknya atap sekolah waktu itu (2019), merusak fasilitas, dan dokumen sekolah, serta sejumlah fasilitas barang milik murid. Adapun ruangan sekolah yang ambruk yaitu terdiri ruangan kantor dan ruangan kelas tiga.

“Waktu itu banyak sih admisitrasi kelas kebetulan digunakan kantor karena sekolah kami belum memiliki kantor, sampai saat ini belum memiliki kantor, sehingga ruangan kelas ini kami jadikan kantor pada waktu itu, jdi otomoatis kerugian banyak diantaranya TV juga rusak ketiban reruntuhan kemudian administrasi lain, meja, kursi. Ini ruangan kelas tiga sama kantor, total kerusakan dua ruangan total kerusakan roboh, “Sebutnya.

Akibat kejadian ini, lanjut Asep, untuk proses belajar mengajar tetap berjalan, siswa kelas 3 (tiga), terpaksa disatukan dengan siswa lain dan harus melantai lantaran tidak memiliki fasilitas bangku kursi meja belajar.

“Kami sudah mendapatkan kemaren anggaran satu ruangan, ketika sudah selesai itu, itupun sampai saat ini bangkunya belum ada, apalagi siswanya kelas 2, jumlahnya 65 siswa, seharusnya itu dua ruangan, tetapi kami paksakan saja satu ruangan itupun hanya duduk dilantai saja karena tidak adanya kursi meja, “Lanjut Asep.

Asep memaparkan, saat kejadian, esoknya sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Sukabumi, datang meninjau kondisi gedung sekolah pasca ambruk dan berjanji akan segerah memperbaiki sampai saat ini belum terealisasi. Adapun pihak sekolah, tidak mengetahui pasti kendala bantuan perbaikan gedung sekolah belum terealisasi yang dijanjikan oleh pejabat daerah.

“Yang kami butuhkan sekarang waktu itu kejadian roboh saya posting, waktu itu saya kenal salah satu dari anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, dan beliaupun waktu itu setelah kejadian hari itu, beliau hadir bersama ketua DPRD waktu itu. Bahkan dari Pemda juga hadir, katanya mau merealisasi bangunannya yang roboh beserta Perpustakaannya sampai saat ini belum teralisasi, belum ada tindak lanjut lagi. Kendala tidak tahu sih, yang penting pengajuan sudah dilakukan oleh kepala sekolah dan saya juga disini sebagai guru honorer sudah belasan tahun, “Ucapnya.

Pihak sekolah, maupun masyarakat dan orang tua murid berharap kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait.

“Harapan kami khususnya guru-guru SD Cikeramat ini, masyarakat, dan para wali murid harapan kami secepatnya dibangun karena mengingat siswa kami disini mencapai 256 siswa, “Pungkasnya. (Iqbal. S. Achmad)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.