Kolaborasi Desa Nambo dan PT SBI Diperkuat, Forum Konsultasi Masyarakat Jadi Ruang Aspirasi Demi Pembangunan Berkelanjutan

BOGOR – Kolaborasi antara pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Semangat itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Masyarakat (FKM) bertema “Kolaborasi Lintas Elemen untuk Pembangunan Berkelanjutan” yang digelar Pemerintah Desa Nambo bersama PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk Pabrik Narogong di Aula Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/2026).
Forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi antara perusahaan dan pemerintah desa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan arah kemitraan yang lebih berdampak bagi pembangunan Desa Nambo.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Desa Nambo Enan Sudarman yang mewakili Kepala Desa Nanang, S.E., perwakilan Manajer PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Narogong Suyatno beserta jajaran, Bhabinkamtibmas Pri, Satpol PP, perangkat desa, Edi Junaedi, Siswo Sukoco, Acih, Maah HMD, Kardi, pengurus BUMDes, LPM, TP-PKK, Karang Taruna, para kepala dusun, seluruh Ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekdes Nambo Enan Sudarman menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Solusi Bangun Indonesia yang selama ini dinilai konsisten membangun komunikasi dan kemitraan dengan Pemerintah Desa Nambo maupun masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Solusi Bangun Indonesia yang selama ini telah menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pemerintah desa serta masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan sehingga berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Enan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan dunia usaha merupakan salah satu modal penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
Sementara itu, perwakilan Manajer PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Narogong, Suyatno, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Masyarakat merupakan media strategis untuk membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan partisipatif bersama seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen menjalankan operasional berdasarkan prinsip keberlanjutan dengan terus melibatkan masyarakat dalam setiap program pemberdayaan yang dijalankan.
“Forum ini menjadi ruang komunikasi yang penting agar perusahaan dapat mendengar secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan,” kata Suyatno.
Dalam kesempatan tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat tahun 2026 melalui Program DYNAMIX, yang difokuskan pada lima pilar utama, yakni pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan kepedulian sosial.
Di sektor lingkungan, perusahaan memperkenalkan penguatan program Bank Sampah,
ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sementara pada sektor pemberdayaan ekonomi melalui DYNAMIX Mandiri, PT SBI melanjutkan program Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya, yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga, melalui berbagai kegiatan produktif dan pengembangan usaha.
Di bidang kesehatan melalui DYNAMIX Sehat, perusahaan melanjutkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Posyandu, serta Gerakan Orang Tua Asuh (GOTAS) untuk membantu balita yang terindikasi stunting maupun ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga di sekitar wilayah operasional PT Solusi Bangun Indonesia.
Forum berlangsung dinamis melalui sesi dialog interaktif. Berbagai aspirasi, masukan, hingga harapan masyarakat disampaikan secara langsung kepada pihak perusahaan. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke depan semakin tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Suasana forum semakin hangat saat memasuki sesi tanya jawab yang disambut antusias para peserta. Panitia juga membagikan sejumlah door prize kepada peserta yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan, sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang memperlihatkan semangat kebersamaan seluruh peserta.
Forum Konsultasi Masyarakat ini menjadi bukti bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau banyaknya program yang dijalankan. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan lahir dari keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Ketika pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat berjalan seiring, pembangunan bukan sekadar menjadi target, melainkan menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan warga.(Agung Dwi S)



