PENDIDIKAN

Ketum AMBS Ultimatum Statemen PJ Bupati. Jangan Sampai Santri ‘Ontrog’ Pendopo Tegar Beriman

BOGOR – Kembali riak gelombang dimasyarakat kabupaten Bogor terjadi .

Hal ini akibat dari statemen PJ Bupati Bogor yang menyatakan rendahnya RLS ( Rata-rata Lama Sekolah ) akibat banyaknya pesantren Di Kabupaten Bogor .

Sontak hal inipun menimbulkan reaksi amat keras dikalangan aktifis Islam juga elemen masyarakat bahkan rencana akan menggeruduk dan Ontrog Pendopo PJ Bupati dalam waktu dekat ini.

“Kami jelas menyatakan kontra produktif atas statemen PJ Bupati Bogor soal banyaknya pesantren yang mengakibatkan rendahnya RLS ( Rata-rata Lama sekolah) diKabupaten Bogor rendah.

Ini statemen dan pernyataan pimpinan daerah yang tentu akan berakibat fatal dan mengundang reaksi negatif pada pencitraan publik .

Saudara PJ Bupati ,saya nyatakan saudara untuk bertanggung jawab atas pernyataan ini yang amat mengiris hati dan perasaan lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam yakni pesantren.

Ini akan menciptakan keretakan dan jarak antara pendidikan formil dan lembaga pendidikan pesantren yang selama ini juga telah berkontribusi atas perjuangan dan pembentukan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan cerdas” tegas Muhsin SPd ,selalu ketum AMBS ( Aliansi Masyarakat Bogor Selatan).

Bahkan dalam waktu dekat pihaknya atas berkordinasi dengan semua pimpinan pesantren untuk secepatnya melakukan klarifikasi dan meminta bertanggung jawabkan atas statemen yang seakan merendahkan martabat dan Marwah pesantren selama ini,jelasnya pada wartawan,Minggu (2/1).

Selain itu kualitas pesantren banyak melahirkan tokoh nasional maupun lokal salama ini bermutu juga.

” Pj Bupati harus bertanggung jawab dengan statemen jangan mendiskriditkan pondok pesantren dengan statemennyya bahwa faktor rendahnya RLS dibumi tegar beriman karena banyak pesantren .

Padahal secara fakta justru banyak alumni pondok pesantren menjadi tokoh-tokoh nasional maupun lokal dengan segudang prestasi & berkontribusi memajukan bangsa ini jadi Pj bupati harus meralat & meminta maaf terhadap ucapan yang menyinggung santri dan para pimpinan pondok pesantren khususnya dikabupaten Bogor sebelum para santri sekabupaten melakukan aksi dengan ucapan tidak terpuji PJ Bupati Bogor
“Ujar dia.

Diketahui berawal informasi yang ramai ini saat
Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri buka suara terkait rendahnya angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor sepanjang tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, terhitung sejak 2022 hingga 2024 mengalami kenaikan yang semula 8,34 menjadi 8,39 tahun.

Bachril berasumsi bahwa rendahnya RLS di Bumi Tegar Beriman lantaran banyaknya siswa yang berhenti sekolah karena lebih memilih pondok pesantren.

“Kemungkinan masalah RLS banyak yang putus sekolah pada setelah SMP, karena mereka langsung masuk pesantren,” ujar Bachril Bakri kepada wartawan, Sabtu, (1/2/25).

“Ke sekolah pendidikan agama, sehingga tidak tercatat sebagai pendidikan lanjutan,” sambungnya.

Imbas hal itu, Bachril bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal terus berupaya meningkatkan RLS.

“Kita mendorong selalu agar RLS, khususnya agar lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal bertekad akan meningkatkan RLS dengan menggencarkan Program Kejar Paket (PKP).

“Karena banyak juga saudara-saudara kita yang harus diarahkan belajar di paket B melalui PKP yang ada,” paparnya.

(Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *