Jumat Berkah PSM Klapanunggal Sentuh Korban Kebakaran di Leuwikaret
Air Mata Haru Ibu Halimah Iringi Bantuan untuk Bangkit Kembali

BOGOR – Di tengah puing-puing sisa kebakaran yang meluluhlantakkan rumahnya, senyum haru akhirnya terlihat di wajah Ibu Halimah, seorang lansia warga RT 001 RW 002 Kampung Pasir Sani, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Meski kesedihan akibat musibah yang menimpanya belum sepenuhnya hilang, kepedulian sesama hadir memberikan harapan baru untuk melangkah kembali.
Melalui program Jumat Berkah, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Klapanunggal bersama Petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Ibu Halimah yang rumahnya hangus terbakar pada 9 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026) di lokasi rumah korban yang kini hanya menyisakan puing-puing dan bekas arang kebakaran.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPSM Kecamatan Klapanunggal, Misnia Sari, jajaran Petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Klapanunggal, Ketua RW 002, anggota BPD Desa Leuwikaret, Satgas Linmas Desa Leuwikaret, serta disaksikan langsung oleh pihak Pemerintah Desa Leuwikaret.
Dalam kesempatan tersebut, IPSM dan PSM Kecamatan Klapanunggal menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada korban musibah kebakaran.
Meskipun nilai bantuan tersebut tidak terlalu besar, namun kehadirannya membawa makna yang sangat berarti bagi Ibu Halimah yang saat ini sedang berjuang memulihkan kehidupannya pascakebakaran.

Program Jumat Berkah yang rutin dilakukan PSM Kecamatan Klapanunggal selama ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, baik karena musibah, persoalan kesehatan, maupun kondisi sosial lainnya.
Di hadapan para petugas dan warga yang hadir, Ibu Halimah tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca dan sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipinya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap dirinya.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Petugas Pekerja Sosial Masyarakat, Kepala Desa Leuwikaret, perangkat RT dan RW yang sudah memperhatikan saya saat mendapat musibah kebakaran rumah. Saya sedih karena kehilangan rumah, tetapi saya juga sangat bersyukur dan senang karena masih banyak yang peduli dan membantu saya,” ungkap Ibu Halimah dengan suara bergetar.
Suasana haru pun menyelimuti kegiatan tersebut. Kehadiran para relawan sosial di tengah kondisi sulit yang dialami korban menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan kepedulian masyarakat masih hidup dan terus terjaga di Kecamatan Klapanunggal.
Ketua IPSM Kecamatan Klapanunggal, Misnia Sari, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Menurutnya, PSM Kecamatan Klapanunggal tidak hanya bergerak pada saat pelaksanaan Jumat Berkah, tetapi juga aktif membantu warga yang mengalami musibah, kesulitan kesehatan, penanganan lansia, hingga pendampingan bagi balita dan kelompok rentan lainnya.
“Kami akan terus hadir untuk masyarakat Klapanunggal. Tidak hanya melalui program Jumat Berkah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya. Ketika ada warga yang mengalami musibah, sakit, atau membutuhkan pendampingan, kami berupaya untuk hadir dan membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Misnia menyampaikan bahwa semangat pelayanan sosial yang dijalankan PSM Kecamatan Klapanunggal sejalan dengan pesan yang selalu disampaikan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade.
“Kami selalu diingatkan untuk tidak pernah berhenti membantu masyarakat kecil yang sedang mengalami kesulitan, terutama dalam bidang kesehatan dan sosial. Karena itu, PSM Kecamatan Klapanunggal akan terus bergerak membantu masyarakat dan melakukan sosialisasi terkait pelayanan kesehatan maupun bantuan sosial lainnya,” tambahnya.
Bagi masyarakat Desa Leuwikaret, bantuan tersebut bukan hanya soal nominal yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya perhatian, kasih sayang, dan solidaritas sosial di saat warga sedang menghadapi cobaan berat.
Di tengah kehilangan yang dialami Ibu Halimah, kepedulian para relawan sosial menjadi secercah cahaya yang menguatkan bahwa dirinya tidak sendiri menghadapi musibah ini.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan IPSM dan PSM Kecamatan Klapanunggal menjadi bukti bahwa membantu sesama tidak harus menunggu memiliki banyak, tetapi cukup dengan hati yang peduli dan kemauan untuk berbagi.
Ketika musibah datang tanpa diduga, uluran tangan dan perhatian dari sesama sering kali menjadi kekuatan terbesar untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan.(Agung Dwi S)



