Genteng Atau Negara Genting, Kembali pada Marwah & Kedaulatan Rakyat Serta Tanah air

Karya : Sekjen MAKUMBA RI
Ketika logika akal sehat dan nalar berpacu dengan politik ,ekonomi dan sosial.
Maka bahasapun seakan kaku dan akal sehatpun sedikit tergelincir pada rel sejatinya.
Seberapa jauh beda dan dekatnya kondisi negara ini pada dua kata yang memiliki harfiah jauh berbeda dan memiliki dimensi tafsir Bagi Marwah dan kedaulatan rakyat dinegara ini.
Maka Genteng atap rumah rakyat bisa jadi adalah simbolis bagi semesta dan rakyatnya untuk bisa melihat dengan nalar terbuka dan jauh akan adanya kondisi Genting.
Dimana secara verbal Genteng dan Genting ibarat dua kata kembar pada komposisi huruf konsonan penuh arti dan makna yang jauh berbeda.
Secara harfiah dan filosofi Genteng atap warga masyarakat harus diprogram nasional seperti tidak menjadi program skala prioritas pembangunan nasional.
Dimana saat ini kondisi warga masyarakat kita dalam keadaan susah selain dilanda malapetaka bencana nasional akibat longsor dan banjir dimana-mana.
Akibat penebangan hutan dan pohon secara masif disemua daerah akibat Proyek tambang juga bisnis kayu kehutanan.
Maka rusaknya dan korban harta serta nyawa rakyat itu apakah lebih rendah nilainya dengan memprioritaskan program Genteng rumah atap rakyat secara nasional.
Inilah seakan simbolisasi verbal dan non verbal dari adanya satu peristiwa nasional pada dua arti berbeda yakni Genteng Vs Genting .
Maka Genteng itu memang lah penting demi atap rumah rakyat Indonesia kedepan agar tidak bocor dan aman dari hujan dan badai secara ekologi dan lingkungan dari dampak Longsor dan banjir.
Pun demikian bahwa saat ini rumah Indonesia yang telah lama mengalami kebocoran itu baik dari sisi keamanan,sosial dan Ekomoni akibat dijarah oleh bangsa asing juga oknum pribumi dinegara ini secara mawas diri dan mengoreksi total demi kelangsungan rumah nasional bangsa ini dengan penegakan hukum yang pasti dan tegas .
Bahwa perusak rumah atap rakyat itu harus dihukum agar tidak lagi memancing dan menjadi contoh penghuni dari rumah bangsa ini untuk membuat atap ini kembali bocor dan merugikan bersama baik korban harta dan nyawa bagi yang lainnya di Republik ini.
( Red03)



