PEMERINTAHAN

“Gelisah Si Dara Manis” Hadir di UPTD PUSKESMAS AWAYAN

BALANGAN – UPTD Puskesmas Awayan membuat gebrakan dan inovasi untuk penderita Hipertensi (HT) dan Diabetes Mellitus (DM) yakni Gerakan Peduli Awasi Darah Tinggi dan Kencing Manis, dengan Akronim “Gelisah Si Dara Manis”.

Hal ini didasari karena HT dan DM masih menjadi permasalahan dan cenderung meningkat diiringi dengan komplikasi yang dihasilkan oleh kedua penyakit tersebut.

Meningkatnya kedua penyakit tersebut akan meningkatkan beban masalah kesehatan masyarakat Indonesia dan khususnya di Bumi Sanggam. “Permasalahan tersebut akan terus muncul apabila terapi yang dilakukan oleh penderita HT dan DM tidak teratur berobat.

Dengan adanya novasi “Gelisah Si Dara Manis” diharapkan memonitor penderita HT dan DM secara berkala dan berkesinambungan. Bisa meningkatkan pelayanan kepada penderita HT dan DM dan kedepannya, sehingga penderita bisa berobat continue setiap bulan dan memberikan informasi terkait perubahan gaya hidup penderita.

LATAR BELAKANG/ DASAR HUKUM

Tujuan Pembangunan Nasional adalah Meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. 279/ Menkes/IV/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas yaitu upaya meningkatkan kesehatan bangsa indonesia agar mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan sendiri melalui kesadaran yang tinggi yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. Hal ini selaras dengan  arah kebijakan RPJMD 2020 – 2026 Kabupaten Balangan salah satunya peningkatan umur harapan hidup .

ISU STRATEGIS

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus hipertensi di Indonesia sangat banyak, bahkan sampai disebut silent killer. Ia meminta masyarakat untuk rutin cek tekanan darah.

“1 dari 3 orang Indonesia mengidap hipertensi, bahkan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki keluhan,” ujar Menkes Budi pada webinar Hari Hipertensi Sedunia, Selasa (6/6).

Padahal, lanjutnya, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kematian dan pembiayaan kesehatan yang sangat besar.

“Oleh karena itu dalam memperingati hari hipertensi sedunia tahun 2023 saya mengajak kita semua untuk mengukur tekanan darah secara rutin, baik secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan,” ungkap Menkes Budi.

Ia menilai deteksi dini hipertensi sangat penting untuk mencegah berbagai risiko penyakit akibat tekanan darah. Deteksi dini hipertensi harus digaungkan baik oleh pemerintah pusat dan daerah, maupun semua unsur masyarakat di berbagai sektor.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang telah mengidap hipertensi untuk tetap menerapkan prinsip periksa kesehatan secara berkala, atasi penyakit dengan pengobatan tepat, tetap menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang, serta upayakan beraktivitas fisik dan menghindari rokok,” ucapnya.

Ketua Tim Kerja Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Fatcha Nuraliyah, MKM menjelaskan prevalensi hipertensi di Indonesia sangat besar yaitu sebesar 34,1% berdasarkan survei nasional di 2018.

“Jadi kalau kita hitung, banyaknya orang yang diperkirakan menderita hipertensi sekitar 70 juta lebih penduduk Indonesia,” katanya.

Sebelum seseorang menderita hipertensi ada faktor risiko yang jadi penyebab hipertensi, antara lain, pola makan yang tidak sehat, biasanya pola makan dengan kandungan gula garam lemak yang melebihi batas normal setiap harinya. Kemudian aktivitas fisik yang kurang dianjurkan, untuk setiap hari bisa melakukan aktivitas fisik sekitar 15 – 20 menit untuk mencegah munculnya penyakit tidak menular.

Karakteristik dari pengidap hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis mereka mengatakan masih merasa sehat walaupun tekanan darah tinggi. Mereka tidak merasa sakit, dan ini adalah populasi yang paling besar.

International Diabetes Federation mencatat diabetes telah menyebabkan 6,7 juta kematian di dunia pada 2021. Ini berarti ada 1 kematian setiap 5 detik.

Tiongkok menjadi negara dengan jumlah kematian akibat diabetes terbesar di dunia. Kematian akibat diabetes di Tiongkok mencapai 1,39 juta orang pada 2021.

Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan jumlah kematian sebanyak 669 ribu. Lalu, India berada di peringkat ketiga dengan jumlah sebesar 647 ribu.

Indonesia berada di peringkat keenam dalam daftar ini. Jumlah kematian akibat diabetes di Indonesia mencapai 236 ribu pada 2021.

Pada 2021, IDF menyebut ada 537 juta orang dewasa (usia 20 – 79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. 4 dari 5 orang penderita diabetes tinggal di negara berpendapatan rendah atau menengah.

PERMASALAHAN

Berdasarkan jumlah kunjungan UPT Puskesmas Awayan tahun 2023 sebanyak 17.432 kunjungan. Dengan kunjungan terbanyak antara lain kunjungan, Hipertensi sebanyak 2320 kunjungan, Penyakit Hipertensi masuk dalam 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Permasalahan tersebut akan terus muncul apabila terapi yang dilakukan oleh pasien hipertensi tidak teratur. Sebagaimana kita tahu terapi hipertensi bersifat kontinu dengan tujuan untuk mempertahankan kadar tekanan darah yang normal dan harus disertai dengan perubahan gaya hidup. Penderita hipertensi akan diberikan obat penurun tekanan darah seperti amobilin, candesartan, captopril, clevidipin, clonidine, labelatol, nicerdipine, dan jenis obat anti-hipertensi lainnya. Selain itu, Kemenkes RI memiliki program promosi kesehatan mencegah dan mengendalikan hipertensi yaitu dengan gaya hidup CERDIK dan PATUH.

Selain Hipertensi penyakit DIabetes Melitus juga menjadi perhatian khusus dimana laporan penderita yang mendapat pelayanan tahun 2023 sebanyak 2150.  dan masuk 10 besar pemyakit terbanyak di Puskesmas , berdasarkan Laporan SPM 2023 Penderita DM yang mendapatkan layanan sesuai standar baru 53% sedang penderita Hipertensi 85% melakukan pemeriksaan secara teratur dimana minimal setiap 1 bulan sekali harus melakukan cek

METODE DAN STRATEG

METODE PEMBAHARUAN

Upaya Yang dilakukan Sebelum Inovasi

Permasalahan hipertensi akan terus muncul apabila terapi yang dilakukan oleh pasien tidak teratur. Sebagaimana kita tahu terapi hipertensi bersifat kontinu dengan tujuan untuk mempertahankan kadar tekanan darah yang normal dan harus disertai dengan perubahan gaya hidup. Progresivitas menuju hyperetension related disease akan meningkat seiring dengan ke tidak teraturan dalam mengonsumsi obat anti hipertensi. Progresivitas hipertensi berkembang menjadi hypertension related disease dapat diturunkan dengan beberapa faktor seperti social support, environmental factors,dan familiy support.

Upaya Yang Dilakukan Setelah Inovasi

Perubahan yang dihasilkan/dicapai setelah berjalannya Inovasi “GELISAH SI DARA MANIS” adalah :

1.         Pencapaian target  kinerja Puskesmas meningkat yang terkait Program Pelayanan SPM yaitu Pelayanan Kesehatan Bagi Penderita Hipertensi dan Diabetes serta  Pelayanan Kesehatan Bagi Usia Lanjut.

2.         Optimalnya Pengobatan Penyakit Hipertensi dan DM di UPTD  Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan

3.         Meningkatnya kesadaran akan pentingnya berobat rutin pasien penyakit hipertensi dan DM di UPTD  Puskesmas Awayan

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

Keunggulan dari Inovasi “GELISAH SI DARA MANIS ” adalah adanya kartu kendali untuk meningkatkan pengobatan rutin bagi pasien hipertensi dan DM agar menurunkan komplikasi penyakit yang diakibatkan jika tidak rutin mengonsumsi obat

TAHAPAN INOVASI

Tahapan inovasi “GELISAH SI DARA MANIS”  adalah sebagai berikut:

  1. Berkonsultasi dengan Kepala Puskesmas mengenai Inovasi yang akan dilakukan.
  2. Meminta izin kepada Kepala Puskesmas untuk pelaksanaan kegiatan Inovasi
  3. Penyusunan Inovasi “GELISAH SI DARA MANIS ”
  4. Bekerjasama dengan petugas Rekam Medis
  5. Followup terhadap data pasien penyandang Hipertensidan DM  yang menjadi sasaran program “PATUH”
  6. Bekerjasama dengan rekan pemegang Program POSBINDU dan PROLANIS.
  7. Melakukan Inovasi program “PATUH” dengan membuat kartu kendali berobat yang berisi waktu kontrol berobat dan jenis obat yang dikonsumsi.

MANFAAT ATAU DAMPAK

TUJUAN INOVASI

Optimalnya Pengobatan Penyakit Hipertensi dan DM  di UPT Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan,

MANFAAT INOVASI

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya berobat rutin pasien penyakit hipertensi dan DM  di UPT Puskesmas Awayan

HASIL INOVASI

Meningkatkan pengobatan rutin bagi pasien hipertensidan DM  agar menurunkan komplikasi penyakit yang diakibatkan jika tidak rutin mengonsumsi obat. (Akhmad Sidik)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *