Jaro Ade Instruksikan Pembinaan Kades Terkait Dugaan Penghinaan Nasi Berkat

BOGOR – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, Jaro Ade, menginstruksikan pembinaan terhadap kepala desa (kades) yang diduga melakukan penghinaan terhadap nasi berkat dalam sebuah acara resmi. Kejadian ini mencuat setelah viralnya sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu kepala desa memposting video di media sosial, memperlihatkan suasana acara pembinaan kades di Kabupaten Bogor.
Dalam video yang beredar, sang ibu kades menginformasikan bahwa para peserta acara pembinaan diberikan nasi berkat setelah kegiatan selesai. Namun, yang menjadi sorotan adalah nada sindiran yang dilontarkan dalam video tersebut. Banyak kepala desa dalam acara itu juga memberikan komentar bernada serupa, menyebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah acara pembinaan seluruh kades di Bogor mendapatkan nasi berkat saat pulang.
Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari masyarakat, terutama dari pihak yang merasa bahwa makanan yang diberikan dalam bentuk nasi berkat seharusnya dihargai sebagai bentuk perhatian penyelenggara acara. Sebagian pihak menilai bahwa komentar bernada sindiran tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin desa yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
Menanggapi polemik ini, Jaro Ade menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para kepala desa terkait etika dalam bermedia sosial dan menghormati segala bentuk pemberian, termasuk nasi berkat yang merupakan simbol kebersamaan dan rasa syukur.
“Kami akan melakukan pembinaan lebih lanjut agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kepala desa adalah pemimpin masyarakat di tingkat desa, sehingga harus bisa memberikan contoh yang baik dalam setiap aspek, termasuk dalam menyampaikan pendapat di ruang publik maupun media sosial,” ujar Jaro Ade dalam keterangannya.
Sementara itu, beberapa pihak juga meminta agar kepala desa yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas video yang telah beredar luas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari ibu kades yang menjadi sorotan dalam video tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat publik agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama di era digital saat ini, di mana segala sesuatu bisa dengan cepat menjadi konsumsi publik dan memicu polemik yang tidak diinginkan.( Agung
Dwi S)



