FP3KTB: Jangan Keruk Kekayaan Papua

BINTUNI – Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Namun, kekayaan yang dimiliki oleh Papua, tak dapat dirasakan oleh warga Papua itu sendiri. Kondisi mereka masih tertinggal dari yang lain. Kekayaan yang mereka miliki tak dapat mereka rasakan sepenuhnya, yang ada mereka hanya menjadi korban keserakahan para kapital. Hal ini diungkapkan Wakil ketua Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni (FP3KTB) Landvictory.s.w.h.
Landvictory menegaskan masih banyak warga Papua yang tertinggal dari sisi teknologi, pendidikan, dan lainnya. Mereka dibodohi oleh kaum asing, kekayaannya diambil dan mereka tak mendapat imbalan apapun. Selain emas yang terus menerus diambil dan dikelola oleh asing, kini hutan hujan yang ada di Papua pun musnah. Hal ini diakibatkan keserakahan para kapital asing.



Dari dulu kekayaan alam di Papua di keruk mulai dari pertambangan, hutan, hasil laut dan lain lain. Tetapi Sebagian besar rakyatnya Miskin. “Tanah Papua bukan tanah kosong yang bisa kau keruk seenaknya. Papua adalah rumah kami, Kami dibentuk bukan dengan uang jabatan ataupun persetujuan perjanjian, tapi kami tanah di bentuk dari firman Allah menjadi peradaban manusia Papua yang seperti di benua ini,” jelasnya
Landvictory meminta para elit politik dan pejabat korup yang juga bagian dari orang Papua harusnya sadar karena Tanah ini bukan milikmu sendiri tapi ini tanah tuhan, karena tuhan yang menjadikan tanah ini sebagai tempat tinggal bagi kami orang Papua dan tanah ini juga sebagai ibu yang memberikan makan bagi kami dengan hasil kebun.
“Jadi stop keruk kekayaan yang ada di tanah Papua. Mereka harus sadar karena kami juga orang Papua punya undang undang tersendiri yaitu otonomi, yang merasa diri cuma datang dan tinggal di tanah ini jangan tutup mata dan telinga dan jangan juga ikut campur untuk tanah Papua karena kami orang tidak pernah berbicara soal jakarta soal pulau Jawa soal pulau Sulawesi dan lainnya. Jangan pura pura buta dan pura pura tuli ,” tegasnya.
Buat pejabat Papua Dari DPR RI, DPD RI, Gubernur sampai Bupati, tolong lihat lah suara tangisan anak negri Papua Tetang kehidupan sebagai pemilik hak tanah ini. Jangan karna jabatan kamu takut untuk bersuara. Kalau betul kami di berikan otonomi khusus yang istimewa seperti Aceh. Jangan kami diam karna kami juga punya undang undang yang sendiri yang lahir dari otonomi khusus bagi orang Papua klau jakarta tidak perngakui undang undang otonomi khusus bagi kami anak anak Papua lebih baik lepaskan lah kami supaya kami hidup sendiri karna undang undang otonomi khusus tidak berlaku bagi anak-anak Papua. (IAND HENENY)



