RAGAM

Fakir Kecewa Berobat di Klinik Ibnu Sina, Pintu “Asap Merah” Mulai Mengepul Ke PDAM?

BOGOR – Hal menarik dan makin jadi perhatian tajam publik kali ini soal Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bukan masalah pergantian direksi.

Pergantian direksi bukan hal subtansial atas keteguhan perusahaan menjawab tantangan 5 tahun kedepan .

Ada poin dan hal mendasar perlu dibenahi oleh manajemen perusahaan bidang air minum itu yakni keberpihakan CSR yang dihasilkan dari layanan masyarakat bagi masyarakat kecil yang tidak mampu berobat dilayanan umum karena mahal.

Salah satu aktifis mulai menyoroti tajam layanan klinik Ibnu Sina di Perumda Tirta Pakuan yang hanya seminggu sekali saja pada tiap hari Jumat yang sebelum dua kali Senin dan Jumat.

“Ada hal utama dan paling mendasar diatas kecedasan akal dan otak dalam kepemimpinan itu .

Ada aspek leadership berbasis moralitas dan integritas tentu ini wajib diketahui sang Walikota Bogor,Dedie Rachmim kenapa layanan pengobatan gratis sesuai slogan diklinik Ibnu Sina Perumda Tirta Pakuan masih ada dan terpampang.

Kalo itu brand masih nempel dan ada di klinik Ibnu Sina maka hukumnya wajib ada dan wajib dilayani masyarakat berobat.

Alasan perijinan belum diperpanjang dari Kemenkes ya itu kan teknis bukan hal yang bisa mengugurkan layanan dasar bagi masyarakat tak mampu berobat.

Jadi kami tekankan selaku elemen aktif dan elemen masyarakat pembangunan untuk terus berjuang kalo perlu kita akan berdemo di Kemenkes jika ijin layanan klinik Ibnu Sina di Kota Bogor dihambat” ujar Gustapol Maher mantan aktivis Angkatan 98 pada media saat ini sekjen Forum TARUNA ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) ,Senin (10/11).

Dilain hal dia mengutip dasar perintah bahwa menolong fakir miskin dari wajib bagi yang berakal dan beriman bahkan menjadi penciri bagi orang-orang munafik yang melanggar dan menentangnya.

” Ini miris dan baru terjadi ditahun ini 2025 ,saat akan ada pergantian direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Artinya siapapun yang berpihak pada masyarakat kecil semoga dia akan aktif membela napas para kaum lemah dalam menikmati pelayanan kesehatan gratis dan calon direksi yang busuk hati dan niatnya semoga gugur dalam seleksi dan tes para direksi tersebut ” tegasnya.

Perlu diketahui dalam surat Al Qur’an yakni

Al Ma’un ayat 1-3, bahwa Ciri Pendusta Agama
Tafsir Ringkas Kemenag RI yakni :…

Tahukah kamu, wahai Rasul, orang yang mendustakan agama dan mengingkari hisab serta hari pembalasan di akhirat nanti?

Jika engkau ingin tahu, maka dia itulah orang yang menghardik anak yatim, menyakiti hatinya, dan berbuat zalim kepadanya dengan menahan haknya. Dia tidak lagi peduli terhadap anak yang sudah kehilangan tumpuan hidupnya itu.

Dia juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin yang tidak mempunyai kecukupan untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari. Bila dia enggan mendorong orang lain untuk memberi makan dan memperhatikan kesejahteraan anak yatim, bagaimana mungkin dia, dengan kekikiran dan kecintaannya pada harta, mendorong dirinya sendiri untuk berbuat demikian?

Tafsir Kemenag dalam ayat ini, Allah menghadapkan pertanyaan kepada Nabi Muhammad, “Apakah engkau mengetahui orang yang mendustakan agama dan yang dimaksud dengan orang yang mendustakan agama?” Pertanyaan ini dijawab pada ayat-ayat berikut.

Allah lalu menjelaskan bahwa sebagian dari sifat-sifat orang yang mendustakan agama. Yaitu, orang-orang yang menolak dan membentak anak-anak yatim yang datang kepadanya untuk memohon belas-kasihnya demi kebutuhan hidupnya. Penolakannya itu sebagai penghinaan dan takabur terhadap anak-anak yatim itu.

Sifat pendusta agama berikutnya adalah tidak mengajak orang lain untuk membantu dan memberi makan orang miskin. Bila tidak mau mengajak orang memberi makan dan membantu orang miskin berarti ia tidak melakukannya sama sekali.

Berdasarkan keterangan di atas, bila seorang tidak sanggup membantu orang-orang miskin maka hendaklah ia menganjurkan orang lain agar melakukan usaha yang mulia itu.

( Agus Subagja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *