Bisa Turunkan Trush Publik & Picu Nasabah, KPK Harus Usut Mark-up di Bank BJB

BANDUNG – Kembali lagi kasus dugaan adanya markup dana di Bank BJB mulai nyaring kepermukaan publik hingga diketahui kini KPK telah mengendus praktek korupsi dilembaga Perbankan milik Jawa barat tersebut .
Sumber aktifis anti korupsi Gustapol Maher LSM ARMI ( Analisis Riset Monitoring Indonesia ) , meminta agar kasus ini diusut tuntas dan dapat menurunkan citra Bank BJB dimata nasabah dan masyarakat .
‘Kami meminta dan mendorong penegakan hukum yang komprehensif dan sistematus kepada KPK itu sendiri agar Marwah KPK yang saat ini sedang turun dapat kembali ajeg dan kuat.
DiPropinsi Jawa Barat saat ini tengah ramai dan jadi perbincangan ,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelisik dugaan markup dana penempatan iklan oleh bank bjb, atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Bahkan isu yang beredar itu pula dibarengi hal yang menohok bagi warga Jabar, yakni bank bjb merombak jajaran komisarisnya.
Jelas ini ibarat ada api ada asap ,nah apakah jika merombak komisaris atau direksi saat ada masalah yang berbau korupsi berarti ada dugaan menghapus jejak -jejak hitam” tegas Gustapol Maher .
Dipaparkan dia,
Perombakan ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024 yang diadakan di Grand Ballroom Trans Hotel Bandung pada tanggal 5 September 2024.
Berita acara tercantum pada hasil RUPSLB Bank BJB itu, pemegang saham menerima pengunduran diri Ventje Rahardjo Soedigno selaku Komisaris Utama Independen Bank BJB, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB Tahun 2024.
Pada kesempatan yang sama, pemegang saham mengangkat Taswin Zakaria sebagai Komisaris Utama Independen, dan Mohammad Taufiq Budi Santoso sebagai Komisaris, serta Hilman Purakusumah Komisaris Independen baru di Bank BJB.
Berdasarkan keputusan RUPSLB Tahun 2024, ini dia susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen : Taswin Zakaria
Komisaris : Mohammad Taufiq Budi Santoso
Komisaris : Tomsi Tohir
Komisaris : Rudie Kusmayadi
Komisaris Independen : Diding Sakri
Komisaris Independen : Hilman Purakusumah
Direksi
Direktur Utama : Yuddy Renaldi
Direktur Kepatuhan : Cecep Trisna
Direktur Keuangan : Hana Dartiwan
Direktur Konsumer dan Ritel : Yusuf Saadudin
Direktur Komersial dan UMKM : Nancy Adistyasari
Direktur IT dan Transaction Banking : Rio Lanasier
Direktur Operasional : Tedi Setiawan” jelasnya.
Diketahui pula , Taswin Zakaria yang kini menjadi Komisaris Utama Independen punya rekam jejak karier panjang di dunia perbankan. Posisi terakhirnya sebagai Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia, Tbk periode 2013-2024.
Selanjutnya, Komisaris Independen terpilih Hilman Purakusumah pun memiliki pengalaman panjang berkarier di dunia perbankan. Sedangkan Komisaris terpilih Mohammad Taufiq Budi Santoso, memiliki pengalaman karier di pemerintahan dan lembaga jasa keuangan non-bank, yakni sebagai Komisaris Utama PT Jamkrida Jabar.
Sumber Bank BJB yang dikutuf media , Yuddy Renaldi melalui keterangan resminya pada 5 September 2024, lalu merasa yakin susunan pengurus baru, bank BJB akan mampu melakukan inovasi secara berkelanjutan, dan berkontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Dilain tempat diketahui ,media yakni sumber KPK telah mengetahui dugaan korupsi dengan Markup dana iklan media .
Dilain tempat ,sumber KPK yakni Asep Guntur Rahayu selaku Direktur Penyidikan KPK menyatakan bahwa sprindiknya belum ada, karenanya ia belum bisa memberikan informasi lain.
Diketahui, KPK kini tengah mendalami perihal aliran dana dalam dugaan mark up dana penempatan iklan pada 2021-2023. Total uang markup itu kurang lebih Rp 200 miliar dalam kurun 3 tahun.
Dicontohkan, besaran dana untuk pasang iklan ke media dalam satu kali placement Rp.200 juta, tetapi oleh bank bjb, uang itu di-markup sampai dengan Rp 400 juta, dan lain-lain.
Adapun uang mar kup dana penempatan iklan oleh bank bjb diduga sebagai setoran ke sejumlah pejabat, dugaannya dengan dalih Dana Penempatan Iklan periode 2021 – 2023 oleh bank bjb.
Atas informasi yang dihimpun ,dibenarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata.
Dimana Alex menambahkan jika lembaga antirasuah tersebut tengah mendalami perihal aliran dana dalam dugaan markup tersebut.
“Tentunya , uang yang mengalir ke mana sedang didalami penyelidik/penyidik,” kata Alexander Marwata pada media .
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Penyidikan Komisi KPK Asep Guntur Rahayu, mengatakan memang benar pihaknya sedang mengusut dugaan markup dana penempatan iklan oleh bank bjb.
Namun, surat perintah penyidikan atau sprindiknya belum terbit sehingga dia tidak bisa memberikan update-nya” pungkasnya.
(Red03)



