Geger! Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan Kembang Kuning

BOGOR — Warga Kampung Tegal, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah kontrakan, Rabu (15/04/2026). Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah RT 20/06, tepatnya di kontrakan milik seorang warga bernama Ibu Miah.
Korban diketahui bernama Derisal (45), kelahiran Lebak, 23 Desember 1980. Ia merupakan perantau yang tinggal seorang diri di kontrakan tersebut, dengan alamat asal di Kampung Selahaur, Rangkasbitung, Lebak.
Kecurigaan bermula saat korban tak terlihat selama beberapa hari. Rekan kerjanya mulai merasa ada yang tidak beres setelah korban tidak masuk kerja sejak awal pekan.
“Sudah sekitar 3 hari tidak kelihatan. Awalnya kami kira sakit. Tapi pas pintu dibuka, langsung tercium bau menyengat dari dalam rumah,” ungkap Faizal, salah satu rekan kerja korban.

Korban diketahui bekerja di PT Guna Tesuma Internasional (GTI), yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Saat pintu kontrakan akhirnya dibuka, suasana langsung berubah mencekam. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian belakang rumah, tepatnya di dekat kamar mandi.
Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak berselang lama, aparat dari Polsek Klapanunggal langsung turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Penanganan dipimpin oleh Hendy Suhendi, yang akrab disapa Bungsu, bersama anggota tim Reskrim lainnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga kuat meninggal akibat gantung diri. Namun demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan motif pasti di balik kejadian ini.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari rekan kerja, tetangga, serta pihak perusahaan. Untuk penyebab pasti, masih dalam penyelidikan,” ujar petugas di lokasi.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar di kalangan warga sekitar. Banyak yang tidak menyangka korban yang dikenal tertutup itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap latar belakang dan motif yang sebenarnya.
Warga diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik kesunyian, bisa saja tersimpan beban hidup yang tak terlihat oleh orang lain.(ADS)



